Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buron Napi Asal Cina yang Kabur Dari Lapas Ditemukan Tewas Gantung Diri

Muhammad Taufiq Minggu, 18 Oktober 2020 | 12:40 WIB

Buron Napi Asal Cina yang Kabur Dari Lapas Ditemukan Tewas Gantung Diri
Begini wajah napi Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang. [Ist]

Napi asal Cina ini terpidana mati kasus narkoba. Ia kabur dari lapas dengan cara menggali tanah.

SuaraKaltim.id - Narapidana (napi) asal Cina, Cai Changpan yang jadi buronan polisi setelah kabur dari Lapas Tangerang ditemukan tewas gantung diri di sebuah gudang pembakaran ban di Wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020).

Sekretaris Desa Koleang, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya sebelumnya hanya mengetahui bahwa ada warga yang gantung diri pada pukul 16.00 WIB.

"Saya pertama dikasih info dari kaur pemerintahan Desa Koleang, katanya ada warga yang gantung diri di pabrik pembakaran ban di Kampung Cikidung RT02/09," katanya dikutip SuaraKaltim dari SuaraJabar, Sabtu malam, ketika ditemui di kantor Desa Koleang.

Setelah itu, dirinya diberi tahu oleh Babinkamtibmas Desa Koleang, bahwa ada orang yang gantung diri di pabrik pembakaran ban.

"Terus saya pas lihat hp ada panggilan dari Babinkamtibmas Desa Koleang, katanya ada yang gantung diri, terus kita lihat janjian dulu di kantor desa," ucapnya.

Setelah itu, ia bersama Babinkamtibmas Desa Koleang menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 16.30 WIB, saat dilokasi sudah banyak ambulan dan mobil dari pihak kepolisian memenuhi lokasi.

"Udah itu jam 4.30 sore kita ke TKP, masih di jalan raya udah penuh mobil dan ambulan kita juga gak bisa masuk. Makanya kita masuk menuju ke ambulan, dan pas ditanya katanya udah ada pimpinan kepolisian dari Tangerang, bawa orangnya sudah dibawa ke ambulan, dan sudah di bungus jam 5 sore tadi," jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk menuju ke lokasi dimana napi itu ditemukan, dari Jalan Raya Koleang perbatasan Lebak Banten kurang lebih dua kilometer.

"Ke lokasi pembakaran ban itu dari jalan raya ada dua kilometer, jalannya juga gak bisa dilalui motor biasa, harus motor trail dan mobil tinggi, baru bisa ke lokasi, soalnya jalannya masih tanah," jelasnya lagi.

"Saya juga kaget, saya kayak mimpi, kita gak tahu napi melarikan diri dari gorong-gorong itu, orang kita juga tidak percaya ada napi di sini, soalnya infonya di Tenjo terus kan, bukan berada di Jasinga," ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait