alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Candaan Rocky Gerung Soroti TNI Turunkan Baliho Habib Rizieq

Eko Faizin Minggu, 22 November 2020 | 14:30 WIB

Candaan Rocky Gerung Soroti TNI Turunkan Baliho Habib Rizieq
Rocky Gerung dalam tayangan YouTubenya bersama Hersubeno Arief. - (YouTube/Rocky Gerung Official)

Pengamat politik Rocky Gerung ikut menyorotinya di kanal YouTube-nya bersama Hersubeno Arief.

SuaraKaltim.id - Kembalinya Habib Rizieq ke tanah air berdampak pada menjamurnya baliho-baliho yang menampilkan wajah pentolan FPI itu. Akibatnya, TNI sampai turun tangan menertibkan baliho-baliho Habib Rizieq Shihab.

Kejadian itupun lantas menjadi perhatian publik. Pengamat politik Rocky Gerung ikut menyorotinya di kanal YouTube-nya bersama Hersubeno Arief.

Menurut Rocky, inisiatif dari Pangdam terlalu berlebihan meski ia menilai pangdam merasa terganggu dengan ucapan-ucapan atau peristiwa di Petamburan.

"Tetapi sekali lagi itu peristiwa politik. TNI sejak reformasi sudah mengucapkan janji untuk tunduk pada civilian values, pada pemerintahan sipil. Sehingga tidak boleh masuk pada wilayah yang sifatnya politis," kata Rocky dalam video yang diunggahnya, Sabtu (21/11/2020).

Rocky menyebut, keadaan semacam inilah yang membuat masyarakat sipil, terutama LSM, teringat kembali kekacauan era reformasi.

Bahwa jika ada kejadian politik dan TNI masuk ke dalamnya, maka sebetulnya kita sedang mundur 22 tahun.

Bagi Rocky, menertibkan baliho adalah tugas Satpol PP, sehingga jika dilakukan tentara maka itu artinya menurunkan kemuliaan TNI.

"Jadi saya menganggap apapun alasan itu seharusnya TNI bisa diperbantukan untuk menurunkan baliho-baliho itu, kalau satpolnya memang nggak bisa manjat, nggak punya cara untuk menurunkan," ujar Rocky bercanda.

"Tapi kalau berseragam militer manjat ke situ, itu kurang mulia sebetulnya, karena nanti orang menganggap bahwa apa tugas TNI adalah menurunkan baliho, apakah semua baliho harus diturunkan dengan cara yang sama?" sambungnya.

Oleh sebab itu, imbuhnya, momen semacam ini bukan momen yang tepat untuk gelar pasukan bagi TNI.

Komentar

Berita Terkait