alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemerintah Kalimantan Timur Beli Alat Pelindung Diri Senilai Rp 9,5 Miliar

Muhammad Yunus Sabtu, 19 Desember 2020 | 09:22 WIB

Pemerintah Kalimantan Timur Beli Alat Pelindung Diri Senilai Rp 9,5 Miliar
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membeli alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 senilai Rp9,5 miliar / [Foto: Antara]

Pengadaan peralatan medis dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim

SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membeli alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 senilai Rp9,5 miliar.

Pengadaan peralatan medis tersebut dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim melalui Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2020.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, APD dikirim dari Jakarta ke Samarinda menggunakan empat armada penerbangan. Tiga pesawat Air Asia Indonesia dipimpin Pilot Capt Iwan Setiawan dan satu unit dari PT My Indo Airlines.

"APD yang didatangkan adalah fasilitas penunjang penanganan Covid-19 di Kaltim," kata Isran Noor, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: Studi Prancis: Virus Corona Covid-19 3 Kali Lebih Mematikan daripada Flu

Ia mengatakan APD yang telah datang berupa handsanitizer, pakaian kerja maupun baju Hazmat hingga masker dan cairan disinfektan.

"Semua APD ini ditujukan untuk membantu penyelenggaran penanganan Covid-19," kata Isran.

Menurut Isran, kehadiran peralatan APD ini berkat dukungan dan kerja sama dengan BNPB Pusat.

Karena, untuk mengetahui kelayakan APD yang wajib digunakan adalah sesuai standar BNPB Pusat maupun Satgas Covid-19.

"Barang yang didatangkan sesuai dengan batas kemampuan BPBD Kaltim. Selanjutnya segera didistribusikan ke Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kaltim. Terutama yang masih terjadi lonjakan kasus,"jelasnya.

Baca Juga: Ibu Hamil Harus Dapat Pendampingan Khusus Selama Pandemi Covid-19

Sekretaris Satgas Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto menjelaskan, kedatangan peralatan kesehatan itu dilakukan secara bertahap hingga beberapa hari ke depan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait