alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Borong Mobil Mewah, Warga Kampung Crazy Rich Tuban Borong Tanah

Chandra Iswinarno Rabu, 17 Februari 2021 | 12:10 WIB

Setelah Borong Mobil Mewah, Warga Kampung Crazy Rich Tuban Borong Tanah
Ratusan Warga Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban membeli 180 mobil mewah. Selain mobil mewah, warga Kampung Crazy Rich Tuban ini juga berinvestasi tanah. [Foto: timesindonesia.co.id]

Warga Kampung Crazy Rich Tuban itu berbondong-bondong memborong tanah yang berada di sekitar Desa Sumurgeneng dan desa tetangga.

SuaraKaltim.id - Kisah warga Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, Jatim yang viral karena borong ratusan mobil baru, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Kini, warga Kampung Crazy Rich Tuban itu berbondong-bondong memborong tanah yang berada di sekitar Desa Sumurgeneng dan desa tetangga.

Kebanyakan dari warga yang baru saja mendapat uang gusuran pembebasan lahan GRR untuk proyek strategis nasional itu membeli lahan tanah di dalam dan desa lain.

Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto mengungkapka, warga desanya yang kaya mendadak setelah pembebasan lahan Kilang GRR Pertamina Tuban telah berpikir jangka panjang.
Awalnya mereka memiliki tanah pusaka dari leluhur, sehingga uang yang didapatkan harus dibelikan tanah lagi.

"Ada kurang lebih 225 miliarder di Sumurgeneng setelah mendapat uang pembebasan lahan Kilang Pertamina. Mereka juga berinvestasi di tanah," ujarnya saat ditemui reporter BlokTuban.com-jaringan Suara.com di rumahnya pada Rabu (17/2/2021).

Baca Juga: Orang Kaya Baru di Tuban Ramai-ramai Beli Mobil Barengan

Dia menjelaskan, ada yang unik selama proses investasi tanah warga, yakni tanah pekarangan di Sumurgeneng dibeli dengan harga Rp 4,5 juta per meter. Entah apa motifnya, tapi luasan lahan pekarangannya sekitar 350 meter persegi.

Selain itu, dia mengemukakan warga Sumurgeneng sendiri berinvestasi tanah di beberapa kecamatan di Tuban.

Tanah yang dibeli warganya berada di Kecamatan Kerek, Merakurak dan Jenu. Dia juga mengungkapkan, beberapa desa di Kecamatan Jenu yang menjadi lokasi investasi Crazy Rich Sumurgeneng tersebar di Desa Rawasan, Mentoso, Remen, Tasikharjo, Purworejo, dan Temaji.

"Warga kami investasi tanah di luar desa karena harga lebih murah daripada di Desa Sumurgeneng sendiri," katanya.

Fenomena crazy rich alias miliarder baru di Sumurgeneng terjadi, setelah ada pembebasan lahan Kilang GRR, harga lahan di Sumurgeneng melonjak drastis. Tanah yang belum ada bangunan dibanderol per meter Rp 1,5 juta. Padahal, jauh sebelum proyek Pertamina, harga per meter hanya dikisaran Rp 100 ribu-Rp 150 ribu.

Baca Juga: Warga Kampung Miliarder di Tuban Borong 176 Mobil Baru Pakai Uang Gusuran

Dari data Pemdes Sumurgeneng, tercatat ada 225 crazy rich baru di desa tersebut. Sekitar 90 persen telah membeli mobil, 75 persen membeli tanah, dan 50 persen telah merenovasi rumahnya dan hanya sebagian kecil yang berinvestasi di usaha.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait