alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengusaha Sulit Bayar THR Karena Pandemi Covid-19, Ini Perintah Menaker

Sapri Maulana Senin, 12 April 2021 | 13:32 WIB

Pengusaha Sulit Bayar THR Karena Pandemi Covid-19, Ini Perintah Menaker
Menaker Ida Fauziyah meyampaikan tentang kewajiban pengusaha membayar tunjangan hari raya atau THR. (Dok : Kemnaker)

Menaker Ida mengatakan, kesepakatan waktu pembayaran THR keagamaan harus dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR sesuai dengan regulasi.

SuaraKaltim.id - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengumumkan perusahaan wajib bayar tunjangan hari raya (THR) untuk buruh atau pekerja sebelum lebaran atau hari keagamaan.

Menaker menerbitkan surat edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Bagaiamana jika pengusaha memiliki kendala membayar THR karena terdampak pandemi Covid-19? Dalam surat edaran tersebut, Menaker Ida meminta gubernur dan bupati/wali kota agar memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

“Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja/buruh yang bersangkutan,” kata Menaker Ida, dilansir dari Inibalikpapan.com, media jaringan Suara.com.

Baca Juga: Pengusaha Bandel Tak Bayar THR, Menaker: Usahanya Bisa Dibekukan

Menaker Ida mengatakan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut harus dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil kesepakatan kepada dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Ketenagakerjaan setempat,” katanya.

Menaker Ida juga meminta kepada perusahaan agar dapat membuktikan ketidakmampuan untuk membayar THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan secara transparan.

Sementara itu, dalam rangka mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan tahun 2021 dan pelaksanaan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah,

Menaker Ida meminta gubernur beserta bupati/wali kota untuk menegakkan hukum sesuai kewenangannya terhadap pelanggaran pemberian THR Keagamaan tahun 2021 dengan memperhatikan rekomendasi dari hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

Baca Juga: Kabar Baik Buat Pekerja, THR Wajib Dibayar Full Seminggu Sebelum Lebaran

Ia juga meminta gubernur dan bupati/wali kota untuk membentuk Pos Komando Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 (Posko THR) dengan tetap memperhatikan prosedur/protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait