"Pengetatan dan pengawasan PPKM merata diberlakukan di seluruh kabupaten dan kota di Benua Etam, guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran dan penularan semakin luas," kata Jauhar.
Jauhar menambahkan, sejak penerapan PPKM Level 4 ini diberlakukan, maka kegiatan-kegiatan non esensial di daerah bisa dilakukan di rumah. Sedangkan sektor esensial dan kritikal, tetap berjalan. Namun dalam pembatasan dan pengawasan ketat.
"Kita prihatin, ternyata Kaltim tertinggi pertama di luar Jawa dan Bali. Karenanya, kondisi ini harus dipahami masyarakat, selalu taat protokol kesehatan," harap Jauhar.
Komentar Warganet
Baca Juga:Penularan Corona di Kaltim Masih Tinggi. Satgas Covid-19: Hari Ini 1.716 Kasus Positif
Aksi sunmori kala PPKM Level 4 belum usai ini tuai komentar warganet. Mulai Instagram, Twitter, hingga Facebook.
Dikutip dari @kabarsamarinda_official, banyak yang merasa dirugikan.
"Kadang yg sunmori ke WP asal selip", ugal"an, ngopong", kl kecelakaan ikam aja kada papa, kl kena org yg nyusahin," kata @rhamahidariana.
"Klo sudah konvoi berasa yg punya jalan, sok asik ," cibir @sarinurlitta.
"selesai mmg kembang mama2 lg ditabrak," ucap @xyzannisaa.
Baca Juga:Kaltim Masih Zona Merah Covid-19, Penambahan Kasus Positif Hari ini Sebanyak 2.364
Lain halnya dari warga Twitter. Video berdurasi 11 detik, menunjukkan keramaian para penunggang motor gede di salah satu rumah makan, yang berada di Jaln Poros Samarinda-Balikpapan.