alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rumah Sakit di Perbatasan Kaltara Sulit Mencari Pasokan Oksigen

Denada S Putri Minggu, 08 Agustus 2021 | 13:08 WIB

Rumah Sakit di Perbatasan Kaltara Sulit Mencari Pasokan Oksigen
Aktivitas pengisian tabung oksigen di daerah Juata Laut, Tarakan, Kalimantan Utara. [Istimewa]

Peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kaltara juga tinggi, para nakes kewalahan, hingga harus membatasi penanganan.

Franky berkisah, sejak varian Delta mulai menyerang pada tengah Juni tahun ini, kebutuhan oksigen di rumah sakitnya bisa mencapai 300 tabung. Hitungan angka riil Franky, sehari kebutuhan oksigen bisa mencapai lebih dari 700 tabung besar atau 6m3.

“Jadi yang dari Juata tidak mencukupi. Kami dapat bantuan juga dari Pupuk Kaltim,” ujar Franky yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Provinsi Kaltara ini.

Kekurangan pasokan oksigen membuat Dokter Franky dan Dokter Dulman bersiasat. Franky menyebut, dia membuat skala prioritas untuk pasien yang kena Covid-19.

“Mau gak mau harus ngirit,” tambahnya.

Baca Juga: Warga Probolinggo Keluhkan Harga Sewa Tabung Oksigen Tembus Rp 3 Juta

Meningkatnya kebutuhan oksigen di Tarakan memang terkait dengan meningkatnya penularan Covid-19 di Bumi Paguntaka ini. RSUD Tarakan menyediakan 400 bangsal untuk pasien Covid dan Non Covid. Untuk para penyintas Covid-19 disediakan 120 bed

“Angka keterisian mencapai 87 persen atau 97 pasien,” ungkapnya.

Keterbatasan pasokan oksigen juga membuat Franky mengambil keputusan untuk merawat pasien Covid-19 dengan skala sedang, berat hingga kritis saja.

“Mereka yang dengan gejala ringan biar isoman di rumah saja,” tambahnya.

Dokter Dulman dan Dokter Franky menyarankan agar warga di perbatasan tetap patuh pada protokol kesehatan. Selain itu kunci lepas dari pandemi adalah vaksinasi. Hingga pekan ini, vaksinasi di Kota Tarakan baru mencapai sekitar 16 persen penduduk. Sedangkan yang masuk daftar tunggu penerima vaksin mencapai 14 ribu orang.

Baca Juga: BNPB Kirim 150 Ribu masker dan 50 Tabung Oksigen ke Papua Barat

“Kami masih menunggu vaksin datang,” sambung Franky.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait