Sepak Terjang dan Keruntuhan PKI di Kaltim, Diketuai Bangsawan Kukar Keturunan Arab

Kedatangan Kolonel Soehario Padmodiwirio membuat PKI di Kaltim menjadi lebih kuat.

Denada S Putri
Kamis, 30 September 2021 | 14:22 WIB
Sepak Terjang dan Keruntuhan PKI di Kaltim, Diketuai Bangsawan Kukar Keturunan Arab
Ilustrasi kongres PKI. Di mana saat itu ada seorang bangsawan Kukar yang memilih menjadi kader PKI. [Istimewa]

Sementara Hario Kecik membuat peraturan melarang penggunaan bahasa Inggris. Dan mengharuskan bahasa Indonesia untuk mengawasi seluruh aktivitas orang asing.

Akhirnya Shell berhasil diambil alih oleh koalisi buruh yang didominasi Perbum. Aset-aset perusahaan dikuasai dengan alasan menyelamatkan produksi minyak untuk kepentingan Nasional.

Perbum juga menguasai salah satu toko serba ada bernama Sifo milik Shell di Balikpapan. Mereka menyatakan menunggu kebijakan dari Presiden Sukarno. Kelak pemerintah Indonesia menasionalisasi Shell yang sekarang menjadi Pertamina.

Dua tahun kemudian, kekuatan PKI, Perbum, serta Front Nasional mulai pudar. Tatkala Kolonel Suhario yang memiliki kedekatan dengan Presiden Soekarno disekolahkan ke Uni Soviet.

Baca Juga:Sejarah Peristiwa Gerakan 30 September 1965 dalam Berbagai Versi

Sementara di Jakarta dan Jogjakarta, peristiwa 30 September 1965 dihari ini tepat 56 tahun lalu, mengubah semuanya. Penculikan para Jendral Angkatan darat yang berujung pada pembersihan para petinggi PKI serta organisasi sayap mereka dituntaskan.

Seluruh pengurus partai PKI di Kaltim, kala itu langsung diringkus oleh aparat keamanan. Tak terkecuali Ketua PKI yang saat itu dipimpin, Sayid Fachrul Baraqbah dan membuat karier politiknya harus berakhir.

Kontributor: Apriskian Tauda Parulian

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini