alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Beli HP dengan Uang Palsu, Warga Tenggarong Seberang Ini Tak Berdaya Diringkus Aparat

Denada S Putri Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Beli HP dengan Uang Palsu, Warga Tenggarong Seberang Ini Tak Berdaya Diringkus Aparat
Kepolisian saat menujukkan barang bukti uang palsu yang berhasil diamankan dari tangan NP. [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]

Pelaku produksi uang palsu awalnya belajar dari internet.

SuaraKaltim.id - Seorang pria berinisial NP (30) warga Tenggarong Seberang tidak berdaya saat diringkus oleh tim Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, yang dibantu tim Jatanras Polresta Samarinda, dan Jatanras Polda.

NP diringkus pihak kepolisian setelah dirinya hendak melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu di sebuah outlet penjualan handphone di kawasan Gor Segiri, kelurahan Bugis, kecamatan Samarinda Kota.

Diketahui NP sudah melancar aksinya dari tahun 2019 hingga 2021, dan pelaku juga merupakan yang memproduksi uang palsu tersebut.

“Pelaku ini (NP) memproduksi uang palsu berawal belajar dari internet dulu, dan kebetulan juga pelaku ini merupakan sarjana sistem informasi, sehingga pelaku juga lihai dalam menggunakan komputer,” ungkap Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Viral Warga Diduga Jarah Keramik Muatan Truk Terguling, Sampai Bawa Gerobak

Pada saat diringkus, kepolisian menemukan uang palsu tersebut ditubuh pelaku. Usai menemukan uang di tubuh pelaku, kepolisian langsung menuju rumah pelaku dan berhasil menemukan barang bukti yang lain.

AKP Creato Sonitehe Gulo menambahkan bahwa uang palsu tersebut dibelanjakan di warung-warung kecil dan itu sudah sering dilakukan oleh pelaku.

“Pelaku ini setiap menggunakan uang palsu di warung kecil untuk beli rokok, pulsa, dan yang lain-lainnya. Dan itu sudah sering dilakukan dia, bahkan korbannya rata-rata orang tua yang tidak mengetahui bahwa itu uang palsu,” tambahnya.

Disinggung mengenai sudah berapa banyak uang palsu yang telah dicetak, AKP Creato Sonitehe Gulo menjelaskan bahwa pelaku tidak ingat sudah berapa uang yang telah dicetak. Namun, setiap uang tersebut habis, pelaku akan mencetak kembali.

“Uang itu diletakkan oleh pelaku di dalam lemari, jadi setiap uang itu habis pelaku akan mencetak kembali uang palsu tersebut,” bebernya.

Baca Juga: Warga Pandeglang Terseret Ombak Saat Mencari Ikan di Pantai Karisma Ditemukan Tewas

Sementara itu, dari pengakuan NP, dirinya mengatakan belajar mencetak uang palsu di tahun 2019 dengan belajar dari video YouTube.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait