alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sudah 400 Sekolah di Samarinda Lakukan Vaksinasi Covid-19, PTM Digelar dengan Prokes Ketat

Denada S Putri Jum'at, 07 Januari 2022 | 17:02 WIB

Sudah 400 Sekolah di Samarinda Lakukan Vaksinasi Covid-19, PTM Digelar dengan Prokes Ketat
Ilustrasi--Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 1 Samarinda. [Presisi.co]

"Kami terus melakukan vaksinasi sampai tercapai 100 persen siswa."

SuaraKaltim.id - Sebanyak 400 sekolah baik PAUD, SD, maupun SMP di Kota Samarinda, sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Terkait itu, tingkat vaksinasi paling banyak ada pada SMP, yang mencapai 95 persen siswa.

"Untuk siswa SMP sampai hari ini sudah 95 persen yang dilakukan vaksinasi baik dosis 1 maupun dosis 2. Kami terus melakukan vaksinasi sampai tercapai 100 persen siswa," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Samarinda Asli Nuryadin, melansir dari ANTARA, Jumat (7/1/2022).

Untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pun telah 95 persen dilakukan vaksinasi dari total target 9.400 guru dan tenaga kependidikan, mulai dari PAUD, SD dan SMP. Baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, atas dasar tingginya tingkat vaksinasi tersebut, maka per 3 Januari 2022 pihaknya telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sambil tetap mengingatkan sekolah, untuk terus menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Baca Juga: Cakupan Vaksinasi Indonesia Tertinggi, Masuk 5 Besar Negara di Dunia

"Prokes yang terus diingatkan adalah, selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan menggunakan sabun, dan beretika ketika batuk maupun bersin," katanya.

Ia melanjutkan, soal kebersihan dan menjaga etika, bahkan harus terus diterapkan warga sekolah sampai kapan pun. Meski, Covid-19 kelak tidak ada lagi.

"Seperti harus rajin mencuci tangan dan beretika ketika batu maupun bersin," imbuhnya.

Dalam proses belajar mengajar PTM itu, ia menjelaskan, tak semua siswa langsung masuk. Jadwal pembelajaran diatur per separuh siswa. Kemudian, jam belajar juga ada yang hanya tiga jam per hari, sampai ada yang enam jam per hari. Semua itu, jelasnya, menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

Ia menegaskan, pihak sekolah menyiapkan alat pengukur suhu tubuh. Sehingga baik guru, tenaga kependidikan, hingga siswa yang akan masuk ke sekolah, suhu tubuhnya dideteksi dulu menggunakan alat tersebut.

Baca Juga: Nilai Ekspor Kaltim di November 2,96 Miliar Dolar AS, Diberangkatkan dari 5 Pelabuhan Ini

Dirinya yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda ini mengatakan, pihaknya menyiapkan PTM ini sudah sejak lama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait