Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik

Afif menegaskan, perbandingan tersebut tidak tepat.

Eko Faizin
Selasa, 28 April 2026 | 17:21 WIB
Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik
Kolase Presiden Prabowo dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. [Ist]
Baca 10 detik
  • Anggota DPRD Kaltim dari Partai Gerindra mengkritik pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud.
  • Gubernur Rudy Mas'ud menyamakan dirinya dengan sang adik seperti Prabowo dan Hashim.
  • Pernyataan itu awalnya untuk menanggapi soal adik Rudy Mas'ud yang masuk Tim Ahli Gubernur.

SuaraKaltim.id - Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menganalogikan dirinya dengan sang adik yang masuk Tim Ahli Gubernur seperti Presiden Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo menuai sorotan.

Anggota DPRD Kaltim dari Partai Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mendesak Gubernur Rudy Mas'ud segera mencabut pernyataan tersebut.

Afif menilai contoh yang disampaikan Gubernur Kaltim mengandung distorsi logika dan penyesatan etika publik, terutama karena membandingkan posisi Hasyim dengan pihak dalam struktur pemerintahan daerah.

"Nggak etis dong. Itu distorsi logika dan penyesatan etika publik, dan enggak pantas serta sangat fatal konsekuensinya," ujarnya kepada Presisi--jaringan Suara.com, belum lama ini.

Afif menegaskan, perbandingan tersebut tidak tepat karena Hashim tidak pernah terlibat dalam struktur pemerintahan Presiden Prabowo.

"Pak Hasyim tidak masuk dalam struktur pemerintahan dan tidak digaji oleh negara. Jadi jelas berbeda, tidak apple to apple," ungkap dia.

Lebih lanjut, Afif juga menyoroti bahwa hubungan keluarga tidak boleh menjadi dasar dalam pemberian jabatan publik.

Ia mengingatkan adanya potensi konflik kepentingan jika anggota keluarga ditempatkan dalam lingkup kekuasaan kepala daerah.

"Hubungan keluarga Presiden tidak boleh menjadi dasar pemberian jabatan publik di daerah," tegasnya.

Sebagai kader Partai Gerindra, Afif mengaku tersinggung dengan pernyataan gubernur tersebut dan menilainya telah melampaui batas.

"Saya sebagai kader Gerindra dan anggota DPRD Kaltim menyatakan bahwa keterangan gubernur itu merupakan penghinaan dan tindakan yang sangat melampaui batas," ucapnya.

Ia pun secara tegas mendesak gubernur untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Saya mendesak gubernur untuk mencabut pernyataannya dalam waktu sesingkat-singkatnya dan meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Hasyim Djojohadikusumo," katanya.

Menurut Afif, pernyataan tersebut sudah keliru sejak awal tanpa perlu melihat keseluruhan konteks.

"Enggak perlu didengar sampai akhir, menyamakan posisi itu saja sudah salah," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini