Bawa-bawa Nama Prabowo, Rudy Mas'ud Kena Semprot DPD Gerindra Kaltim

"Tidak tepat membandingkan kepala daerah dengan Presiden. Levelnya berbeda dan tidak apple to apple," jelas Sabaruddin.

Eko Faizin
Selasa, 28 April 2026 | 18:44 WIB
Bawa-bawa Nama Prabowo, Rudy Mas'ud Kena Semprot DPD Gerindra Kaltim
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. [SuaraKaltim.id/Giovanni Gilbert]
Baca 10 detik
  • Gerindra Kaltim turut mengomentari pernyataan Rudy Mas'ud soal relasi keluarga.
  • Rudy Mas'ud menyamakan keterlibatan dengan adik seperti Prabowo dengan Hashim.
  • Membawa nama Presiden untuk membenarkan praktik di daerah jadi langkah tak etis.

SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud terus menjadi perhatian lantaran kebijakannya yang kontroversial.

Belum lama ini, Rudy Mas'ud membandingkan relasi keluarganya dengan Presiden Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo. Ucapan tersebut viral di media sosial pada 23 April 2026.

Pernyataan Rudy itu awalnya untuk merespons pertanyaan media terkait keterlibatan sang adik dalam struktur Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Bendahara DPD Partai Gerindra Kaltim, Sabaruddin Panracalle menegaskan bahwa relasi keluarga Presiden tidak menjadi dasar dalam pengisian jabatan publik di daerah.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan kewenangan kepala daerah yang memiliki diskresi langsung dalam penunjukan struktur para pendukung.

"Membawa nama Presiden untuk membenarkan praktik di daerah adalah langkah yang tidak etis dan berisiko menurunkan standar kepemimpinan publik," kata Sabaruddin kepada Presisi--jaringan Suara.com, belum lama ini.

Dalam penjelasannya, Rudy Mas'ud menyinggung hubungan keluarga Presiden dengan Hashim Djojohadikusumo sebagai pembanding.

Sejumlah pihak menilai perbandingan tersebut tidak relevan dan berpotensi menyesatkan persepsi publik.

Sorotan terhadap pernyataan tersebut juga datang dari internal partai. Mengingatkan agar kepala daerah berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terlebih jika melibatkan nama Presiden.

"Tidak tepat membandingkan kepala daerah dengan Presiden. Levelnya berbeda dan tidak apple to apple," jelas Sabaruddin.

Ia menekankan bahwa Presiden merupakan simbol negara yang tidak seharusnya dijadikan pembanding dalam polemik kebijakan daerah.

"Kalau ingin membandingkan, sebaiknya dengan sesama kepala daerah. Jangan membawa nama Presiden karena konteksnya berbeda," ungkap Sabaruddin.

Lebih lanjut, dia menilai situasi  politik di Kaltim yang tengah mendapat sorotan publik seharusnya direspons dengan sikap introspektif, bukan dengan pernyataan yang berpotensi memicu polemik baru.

"Kondisi Kaltim sedang menjadi perhatian. Seharusnya ada evaluasi diri, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan yang tidak perlu," terang Sabaruddin.

Kontroversi ini mencuat di tengah meningkatnya kritik terhadap sejumlah kebijakan Pemprov Kaltim, terutama pasca aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini