- Kasus pembunuhan sadis terhadap satu keluarga terjadi, perbatasan Kalteng-Kaltim.
- Lima orang meninggal akibat dibantai para pelaku, sementara 1 lainnya mengalami kritis.
- Para pelaku secara brutal melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
SuaraKaltim.id - Pembunuhan sekeluarga terjadi di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang berbatasan dengan Kalimantan Timur (Kaltim).
Dari enam orang korban, 5 dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka kritis dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.
Korban meninggal dunia warga Desa Benangin II Kecamatan Teweh Timur yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3) dan Ono (50).Sedangkan korban luka kritis bernama Alfian usia 40 tahun masih dirawat di RSUD Muara Teweh.
Melansir Antara, pembantaian sadis di kawasan perusahaan HPH PT Timber Dana, Desa Benangin II tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Tiga orang terduga pelaku telah diketahui identitasnya, yakni Lukas (55), Pusen (50), dan Mano (52), yang semuanya merupakan warga Desa Benangin I, Kecamatan Teweh Timur.
Dari keterangan saksi yang juga merupakan korban selamat, peristiwa bermula saat para korban berada di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 16.30 WIB, tiga orang terduga pelaku datang menggunakan mobil jenis Kijang. Mereka diduga membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.
Pelaku kemudian menanyakan identitas korban sebelum secara brutal melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Tidak hanya itu, pelaku juga disebut melakukan pencarian terhadap korban lain di sekitar lokasi dan kembali melakukan aksi pembacokan.
Setelah para korban terkapar tak berdaya, pelaku diduga membakar pondok atau warung milik korban sebelum akhirnya melarikan diri sekitar pukul 17.30 WIB.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban yang masih hidup. Alfian kemudian dilarikan ke RSUD Muara Teweh menggunakan kendaraan warga.
Sementara itu, proses evakuasi korban meninggal dunia dilakukan oleh tim medis menggunakan lima unit ambulans pada Senin (20/4/2026).
Seluruh jenazah tiba di RSUD Muara Teweh sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dibawa ke kamar jenazah.