Siswa SMK Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Sempit, Menteri PPPA: Negara Harus Hadir

Arifah mengatakan kasus meninggalnya MRS, menjadi pengingat bahwa negara harus hadir.

Eko Faizin
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:29 WIB
Siswa SMK Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Sempit, Menteri PPPA: Negara Harus Hadir
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Siswa SMK di Samarinda meninggal diduga karena sepatu sempit terus menuai perhatian.
  • Kali ini Menteri PPPA, Arifah Fauzi turut merespons kasus meninggalnya MRS tersebut.
  • Kementerian menelusuri permasalahan yang menyebabkan keluarga tak mendapat bansos.

SuaraKaltim.id - Kasus siswa SMK negeri di Samarinda meninggal diduga akibat sepatu sempit mendapat perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi baru-baru ini.

Arifah mengatakan kasus meninggalnya MRS, menjadi pengingat bahwa negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan haknya, termasuk hak pendidikan layak dan aman.

"Kejadian ini menjadi perhatian serius dan karena itu perlu dievaluasi secara menyeluruh," katanya dikutip dari Antara, Senin (4/5/2026). 

Arifah mengungkapkan, Kementerian/Lembaga perlu menelusuri akar permasalahan, mulai dari aspek administrasi kependudukan yang berpotensi menyebabkan keluarga tidak terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga kendala dalam akses terhadap program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

"Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait guna memastikan ketepatan sasaran program perlindungan sosial bagi anak," ujar Menteri.

Pihaknya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya MRS.

"Kasus ini sangat menyayat hati, masih ada anak-anak Indonesia yang harus berjuang dalam keterbatasan demi memperoleh hak pendidikannya," ungkap Arifah.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan, MRS tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk terus bersekolah.

"Semangat tersebut mencerminkan ketangguhan dalam mengejar cita-cita dengan berbagai keterbatasan meski akhirnya berakhir pilu," terang Arifah.

Sebelumnya MRS (16), siswa SMK Negeri di Samarinda mengeluhkan sakit pada kakinya karena sepatunya yang kekecilan.

Nyeri tersebut kemudian menjalar ke pinggang dan punggung. Kondisi MRS semakin memburuk yang terlihat dari kakinya yang membengkak.

Meski sakit, MRS tetap bersekolah dan menjalani magang di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.

MRS merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Pada Kamis (23/4/2026), kondisi korban semakin melemah dan tidak bisa beraktivitas normal.

Akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya di rumah pada Jumat (24/4/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini