- Kebakaran lahan gambut seluas tiga hektare melanda kawasan Tol Balikpapan-Samarinda pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
- Tim gabungan lintas instansi berhasil memadamkan serta mendinginkan lokasi kebakaran guna mencegah ancaman asap bagi pengguna jalan.
- Pihak kepolisian menduga kemarau panjang memicu kebakaran tersebut dan saat ini masih menyelidiki penyebab pastinya.
SuaraKaltim.id - Kebakaran lahan gambut terjadi di KM 31 Ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (22/8/2026) malam.
Petugas gabungan lintas instansi bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas tiga hektare tersebut.
"Begitu menerima informasi, personel langsung kami turunkan dan berkoordinasi dengan unsur lain untuk bertindak bersama. Setelah api berhasil dikendalikan, kami tetap memantau untuk memastikan kondisi benar-benar aman," kata Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid.
Yazid menjelaskan, karhutla itu mendapat penanganan prioritas karena lokasinya yang sangat dekat dengan jalan tol, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat kepulan asap.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian menyatakan masih dalam proses penyelidikan.
Namun, dugaan sementara mengarah pada kondisi kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang membuat vegetasi lahan sangat kering dan mudah terbakar.
Berdasarkan kronologi kejadian, titik api pertama kali terlihat di STA 31.400, RT 005 Kelurahan Sungai Merdeka sekitar pukul 19.30 WITA, sesuai laporan Patroli Jasa Marga ke Polsek Samboja.
Polsek Samboja kemudian langsung mengoordinasikan laporan tersebut ke unsur terkait.
Satu jam berselang, atau sekitar pukul 20.30 WITA, tim gabungan sudah berada di lokasi dan langsung melakukan aksi pemadaman di area gambut yang dipenuhi semak belukar lebat.
Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman ini meliputi Polsek Samboja, Koramil Samboja, Dinas Pemadam Kebakaran Samboja, Manggala Agni Regu Samboja, PT Jasa Marga, Palang Merah Indonesia (PMI), perangkat Kelurahan Sungai Merdeka, serta personel Kompi Kavaleri Samboja Barat dari Yonkav 13/Siwah Lembuswana.
Petugas di lapangan sempat menghadapi tantangan berat karena medan berupa lahan gambut lembap dan vegetasi belukar yang tebal.
Selain memadamkan api di permukaan, tim juga melakukan pendinginan (cooling down) secara menyeluruh karena karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di dalam tanah.
Setelah penanganan intensif, api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 22.30 WITA.
Kendati demikian, sejumlah personel tetap bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu karhutla, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta meminta warga meningkatkan kewaspadaan di kawasan rawan kebakaran. (Antara)