SuaraKaltim.id - Sebanyak 35 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali ditemukan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Jumlah tersebut melengkapi total terkonfirmasi positif di kota itu sebanyak 2.558 kasus.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menjelaskan, 35 kasus baru itu didominasi riwayat suspek. Sementara beberapa kasus merupakan perluasan tracing.
"Sebanyak 20 kasus suspek yang dirawat, disusul dengan 13 kasus OTG yang menjalani karantina mandiri, dan 2 perluasan tracing," kata Sri, Kamis (17/9/20).
Rilis kasus Covid-19 hari ini juga mengumumkan dua pasien dinyatakan meninggal dunia. Keduanya meninggal pada Rabu (16/9/2020) malam.
"Pasien yang meninggal kita makamkan dengan protokol pemakaman yang sesuai untuk Covid-19," tambahnya.
Meski demikian, Sri juga menyampaikan sebanyak 32 kasus dinyatakan sembuh. Mereka dinyatakan selesai menjalani masa isolasi.
Secara keseluruhan, jumlah kasus terkonfirmasi yang ditangani di Kota Balikpapan mencapai 2.558 kasus.
Sebanyak 309 pasien sedang menjalanin perawatan, dan 496 pasien jalani isolasi mandiri. Sebanyak 1.590 pasien sudah dinyatakan sembuh dan 163 pasien meninggal dunia.
Kontributor : Fatahillah Awaluddin
Baca Juga: Tambah Ruang Isolasi, Pemkot Balikpapan Siap Sewa Hotel Berbintang
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi