SuaraKaltim.id - Sebanyak 40 warga Samarinda, Kalimantan Timur, akan diberangkat ke Yaman mengikuti Program Kader Ulama, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Rencanakan pemberangkatan itu akan dimulai pada tahun 2021, tepatnya di Pesantren Hadramaut, Yaman.
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, Program Kader Ulama adalah pemberian biaya belajar yang dikelola oleh Pemkot Samarinda.
Diperuntukkan bagi warga Kota Samarinda untuk menempuh pendidikan pesantren di Hadramaut, Yaman.
“Pendaftaran dibuka sejak tanggal 19 Oktober, sampai dengan 1 November 2020. Setelah itu, lalu dilanjutkan dengan proses seleksi,” kata dia (20/10/2020).
Sebenarnya, kata dia, Pemkot Samarinda berencana mengirim calon ulama pada tahun 2020.
Namun wabah Covid-19 menghentikan rencana itu. Sehingga direncanakan ulang pada tahun 2021.
“Sebenarnya tahun ini rencana mengirim 30 orang, dan pada sebelumnya lagi mengirim 10. Karena kondisi covid-19, kita tidak bisa kirim insyaAllah pengiriman pada 2021," imbuhnya.
Jaang berharap proses seleksi dapat berjalan lancar, sehingga Kota Samarinda memiliki ulama-ulama yang mumpuni.
Baca Juga: Hore! di UPT Laboraturium Samarinda, Ada Alat Uji Swab Secara Kilat
“Harapannya, Kota Samarinda memiliki kader-kader ulama yang teruji. Kita berharap ada regenarasi agar bisa mengisi ustadz-ustadz di sini. Karena saat ini kita membutuhkan pemuka agama yang mengisi pengajian dan kegiatan keagamaan di Kota Samarinda," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kuasa Hukum Supriyadi Tuding Ada Permainan dalam Kasus Sertifikat Ganda di Kukar
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Serikat Petani Sawit Harap Badan Ekspor Tunggal Pemerintah Tetap Lindungi Harga TBS
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket