SuaraKaltim.id - Seorang pelajar di Kota Balikpapan yang masih duduk dibangku SMP Negeri, kelas 8 tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan, pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 06.15 Wita.
Adalah Wahyudi Rahmad (14) yang pada Selasa (24/11/2020) siang sekitar pukul 10.30 Wita ditemukan oleh ayahnya sudah tergeletak, tak sadarkan diri di meja belajarnya.
Saat itu disekitar tubuh korban ditemukan perlengkapan belajar dan ponsel yang digunakan untuk belajar online.
"Kemarin (Selasa) pas saya pulang sudah liat dia tekapar gitu. Dia ini kan ujian semester jadi dari pagi saya liat sudah belajar," ujar Orangtua korban, Pardi.
Sontak menemukan sang anak sudah tak sadarkan diri, Pardi dibantu keluarganya langsung melarikan anaknya ke RSUD Beriman, untuk mendapatkan perawatan medis.
"Langsung saya bawa sama keluarga lainnya, sampai sana saya serahkan ke dokter aja," jelasnya.
Dari keterangan yang didapat orangtua korban, jika korban mengalami gangguan pada bagian syarafnya. Dan rencananya pada Rabu ini korban akan dirujuk ke rumah sakit Kanudjoso atau Pertamina untuk menjalani CT Scan.
"Harusnya hari ini mau di periksa lanjut kan, tapi ya Allah berkehendak lain," tambah Pardi sambil meneteskan air matanya.
Anak kedua dari dua bersaudara ini akhirnya mengghembuskan nafasnya pada pukul 06.15 Wita di RSUD Beriman.
Baca Juga: 270 Ribu Anak NTT Alami Stunting, Menkes Terawan Resmikan Stunting Center
"Dinyatakan meninggal sama dokter jam 6.15 Wita," ujarnya.
Jasad korban pun dibawa kerumah duka di Jalan Sulawesi RT 45 nomor 33 Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah.
Sementara itu berdasarkan keterangan dokter RSUD Beriman Balikpapan, Rumiris Manulang Spesialis Anak mengatakan jika korban sempat mengalami kejang, muntah dan demam tinggi. Bahkan pengakuan ibu korban anaknya tersebut mengalami jatuh.
"Kita harusnya hari ini (Rabu) melakukan CT Scan tapi karena meninggal akhirnya kita tidak dapat memastikan penyebab meninggalnya karena apa," ujarnya.
Lebih lanjut Rumiris mengatakan jika dugaan sementara korban meninggal karena terdapat pembekuan darah dibagian kepala akibat benturan.
"Dugaan sementara sih karena dibagian kepala ada terdapat pembekuan darah ya," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Benarkah Kursi Pijat Rp125 Juta untuk Gubernur Rudy Mas'ud? Sekda Kaltim Membantah
-
Pasutri Bengis Ditangkap, Bunuh 5 Orang Satu Keluarga di Batas Kalteng-Kaltim
-
Laba BRI Melonjak 13,7% Jadi Rp15,5 Triliun, Momentum Kinerja Positif Terjaga
-
Rudy Mas'ud Minta Maaf, Anggota DPRD Kaltim Ungkit Kebijakan Pro Rakyat
-
Rehab Interior Balai Kota Samarinda Telan Rp17,6 Miliar, Andi Harun Klarifikasi