SuaraKaltim.id - Seorang perempuan di Amerika tega mengembalikan cincin pertunangannya karena dinilai terlalu murah.
Padahal, cincin itu dibeli kekasihnya dengan harga sekitar Rp 42 juta dilengkapi berlian dan safir.
Setiap perempuan tentunya senang jika diberi cincin tunangan oleh kekasihnya. Namun perempuan di Amerika Serikat justru mengembalikan cincin seharga 3.000 dolar atau setara Rp 42,4 juta kepada tunangannya lantaran dianggap terlalu murah.
Di Amerika Serikat, ada aturan tak tertulis tentang harga untuk cincin pertunangan minimal sepuluh persen penghasilan dari pasangan laki-laki.
Si perempuan menduga kekasihnya memiliki cukup uang sehingga jika dia mengikuti aturan 10 persen tersebut seharusnya harga cincin antara 10.000 dolar sampai 15.000 dolar. Sehingga, cincin emas putih dengan berlian dan safir itu dinilai terlalu murah oleh perempuan tersebut.
Si laki-laki kemudian memposting tentang dilemanya di forum “Am I the A" di Reddit. Ia menanyakan apakah tindakannya salah dengan hanya memberikan cincin tunangan seharga 3.000 dolar.
Dalam postingan tersebut, dia menjelaskan bahwa meskipun penghasilannya memang cukup besar, tetapi tahun ini kondisi finansialnya kurang bagus. Ia bercerita harus membiayai orang tuanya, saudara perempuan dan keponakannya yang terdampak akibat pandemi Covid-19.
Selain masih menghidupi adiknya yang kehilangan pekerjaan. Lebih buruk lagi, dia mengatakan perusahaan tempatnya bekerja mengumumkan bahwa 150 orang akan di-PHK tahun depan, jadi dia ingin pintar tentang pengeluarannya. Meskipun dia tidak berpikir akan diberhentikan.
Cincin tunangan itu sebenarnya juga telah dirancang sesuai yang diinginkan pasangannya, kata pria itu.
Baca Juga: Pengertian Gerhana Matahari, Jenis dan Hal yang Dipersiapkan untuk Melihat
“Awalnya dia sangat senang dengan itu sampai ibunya (seorang penjual perhiasan) menyebutnya murah. Sejak itu dia mengembalikannya kepada saya dan menuduh saya meremehkan dia," ceritanya dikutip dari Fox News.
Sejak pacarnya mengembalikan cincin itu, pasangan pria itu dilaporkan menolak untuk berbicara dengannya.
"Orangtuanya menuduh saya memperlakukannya seperti sampah murahan. Saya telah mencoba menjelaskan sudut pandang saya tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan menuntut setidaknya 10 persen," tambahnya.
Sebagian besar pemberi komentar berpihak pada laki-laki tersebut dengan berkomentar menanyakan bagaimana 3.000 dolar dianggap "murah".
Orang lain menimpali dengan mengatakan bahwa harga cincin seharusnya tidak terlalu menjadi masalah.
“Sebagai pemakai yang bangga akan cincin pertunangan seharga 400 dolar, saya tidak dapat membayangkan menghabiskan ribuan dolar untuk sebuah perhiasan," tulis seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng