SuaraKaltim.id - Seorang penjual es krim merasa jadi orang yang paling sial di dunia setelah mendapatkan uang sebanyak Rp277 miliar.
Uang ratusan miliar itu masuk ke rekening pria bernama Muhammad Abdul Qadir secara tiba-tiba. Ia tak mengaku tak mengetahui siapa pengirimnya.
Bukannya senang, pria yang tinggal di pemukiman kumuh di Karachi, Pakistan ini malah menyebut dirinyasial karena uang itu mempersulit hidupnya.
Menyadur Dawn, Rabu (13/01/2021), Federal Investigation Agency (FIA) menemukan transaksi mencurigakan atas nama Qadir yang menyebabkan ia ditahan untuk dimintai keterangan atas uang tersebut.
Pada FIA, Qadir mengaku tak tahu menahu tentang uang itu. Ia bahkan menyesali dirinya terlibat dalam kasus dugaan pencucian uang ini.
"Saya adalah orang paling tidak beruntung di dunia, ketika saya mengetahui uang dalam jumlah besar, uang tersebut sudah tidak ada lagi," ujar Qadir saat wawancara.
"Mengapa saya harus menghabiskan hidup dalam kondisi yang menyedihkan ini jika saya memiliki uang miliaran di akun saya?" katanya.
Rupanya Qadir tak sendirian, ada 77 rekening lain yang mendapat trasferan serupa yang rata-rata masuk warga biasa kelas pekerja, seperti penjaga keamanan dan orang lain yang tak terjangkau haknya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, uang itu diduga berasal dari mantan Presiden Asif Ali Zadari yang terlibat dala berbagai kasus keuangan.
Baca Juga: PPATK Curiga 59 Rekening FPI Terkait Pencucian Uang dan Terorisme
Qadir mengatakan bahwa rekening itu benar atas nama dirinya tapi ia tal terlibat sedikitpun dengan kasus ini. Apalagi Qadir adalah seorang buta huruf.
Kini Qadir semakin menderita karena ia menjadi bahan olokan warga ketika kembalu berjualan es krim. Bahkan keluarganya mengaku lebih sulit menjalani hidup setelah mendapat 'rejeki nomplok' ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim