SuaraKaltim.id - Wali Kota Balikpapan mengumumkan perkembangan terbaru kasus harian Covid-19 di Kota Minyak tersebut. Hingga hari keenam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 101 pasien, empat di antaranya dokter yang sebelumnya bertugas merawat pasien Virus Corona.
Kondisi tersebut membuat Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi prihatin, apalagi di tengah makin membludaknya kasus harian Covid-19 yang terjadi di wilayah tersebut.
“Yang kita waspadai dari 101 kasus positif ini ada 4 dokter yang terkonfirmasi positif. Tentu kita prihatin dan sedih karena mereka tenaga andalan kita di rumah sakit,” ujarnya seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com saat konferensi pers di Balikpapan pada Rabu (20/1/2021).
Dia juga mengatakan, bertambahnya tenaga medis yang terpapar Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kasus penularan Virus Corona yang jumlahnya terus meningkat setiap hari di Balikpapan.
“Saya kira ini tantangan berat bagi kita yang menangani pasien positif, karena tenaga kesehatannya juga terkonfirmasi positif,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menuturkan, empat dokter yang terkonfirmasi positif hari ini berasal dari RSUD Beriman dokter umum maupun rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo dokter umum.
“Satu dari rumah sakit Siloam dokter umum yang bertugas di manajemen kemudian satu dokter spesialis yang bertugas di beberapa rumah sakit,” ujarnya.
Sementara dari 101 kasus positif baru, 55 kasus dengan riwayat suspek, 21 kasus dengan riwayat orang tanta gejala (OTG), 2 kasus dengan riwayat pelaku perjalanan, sehingga secara kumulatif kasus positif covid-19 seluruhnya sebanyak 8.240 kasus.
Sedangkan pasien sembuh sebanyak 130 kasus. Adapun pasien positif covid-19 yang meninggal dunia bertambah 3 kasus. Sementara yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 468 pasien.
Baca Juga: Jumlah Nakes Minim Jadi Alasan Pemkot Balikpapan Belum Dirikan RS Darurat
Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.070 pasien dan yang sembuh sebanyak 6.381 pasien serta yang meninggal dunia sebanyak 321 kasus.
Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian tersendiri, lantaran sebelumnya Pemkot Balikpapan hingga kini masih belum memilih opsi pendirian rumah sakit (RS) darurat khusus untuk pasien Covid-19. Pertimbangan yang disampaikan salah satunya karena minimnya jumlah tenaga medis atau tenaga kesehatan.
"Kalau kita tenaga (medis) mana yang mau ditempatkan? Tenaga perawat di rumah sakit saja masih kurang dan tidak gampang juga mencari dokter untuk rumah sakit darurat. Termasuk juga untuk pengadaan alat kesehatannya,” ujarnya seperti dilansi Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Selasa (19/1/2021).
Untuk diketahui, kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan terus melonjak hingga Januari 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi