SuaraKaltim.id - Hingga 14 Maret 2021, 4.020.124 orang Indonesia telah menjalani vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut bertambah 34.528 orang dari data sebelumnya.
Dilansir dari Antara, data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dari 4.020.124 orang tersebut, sebanyak 1.460.222 orang sudah diberikan vaksin dosis kedua, atau bertambah 5.386 orang dari sebelumnya.
Saat ini, pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 40.349.051 orang.
Vaksinasi tahap I dimulai sejak 13 Januari 2021, yang menyasar tenaga kesehatan.
Sementara vaksinasi tahap II dimulai pada 17 Februari 2021, dengan total sasaran vaksinasi 38 juta orang yang terdiri atas 21 juta orang lanjut usia (lansia) dan 16 juta lainnya adalah pelayan publik.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya, mengharapkan sekitar 1,5 juta suntikan vaksin COVID-19 per hari bisa diberikan kepada masyarakat pada semester kedua tahun ini yang dimulai Juli untuk tercapainya target program vaksinasi di Indonesia.
"(Sebanyak) 75 persen tersedia vaksin mulai bulan Juli. Sebanyak 181,5 juta orang, 363 juta dosis (vaksin) dibagi 365 hari itu satu juta sehari kalau vaksinnya rata tersedianya. Vaksinnya ini tersedianya di semester kedua yang banyak. Akibatnya, kepepet kita di semester kedua. Hitung-hitungan saya harus 1,5 juta suntik per hari," kata Menkes dalam konferensi pers virtual, Sabtu (13/3).
Dia meminta masyarakat Indonesia bersabar menunggu giliran vaksinasi mengingat keterbatasan vaksin saat ini, sehingga hanya 24 persen populasi yang akan disuntik.
Vaksinasi di Balikpapan Sempat Terhambat
Baca Juga: Waspada Tautan Googleform Palsu Sentra Vaksinasi Bersama BUMN
Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan mengalami kendala. Stok vaksin Covid-19 sinovac tersebut sudah habis dan belum dikirim oleh pemerintah pusat.
Dengan tak adanya vaksin Covid-19, percepatan vaksinasi menjadi terhambat. Selain itu, rencana suntikan dosis kedua khususnya pelayanan public maupun lansia (lanjut usia) juga terancam mundur.
“Memang vaksin lanjutan kita belum bisa melaksanakan, karena vaksin yang ada sudah habis. mudah-mudahan vaksinn ya nanti datang,” ujar Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dilansir dari Inibalikpapan.com saat menjelaskan stok vaksin Covid-19 pada Sabtu (13/3/2021).
Rizal yang masuk kategori lansia pun kemungkinan bisa mundur untuk suntikkan kedua vaksin. Meski jadwalnya masih dua pekan kedepan. Namun hingga kini belum jelas kapan vaskin akan datang lagi.
“Kalau kayak saya kan nanti dua minggu lagi. Itu saja kekhawatiran kita vaksinnya tambahannya belum datang,” ujarnya
Dirinya telah melapor ke Gubernur Kaltim dan ditindaklanjuti dengan melapor ke Menteri Kesehatan (Mekes).
Berita Terkait
-
Waspada Tautan Googleform Palsu Sentra Vaksinasi Bersama BUMN
-
Vaksin Novavax 100 Persen Cegah Kematian akibat Covid-19, Ini Buktinya!
-
Digerebek Satgas Covid-19, Lomba Burung dan Mancing di Sukoharjo Buyar!
-
Puluhan Jurnalis di Palembang Divaksin, Karerek: Sempat Panik Akhirnya Lega
-
Indonesia Gagal Capai Target Vaksinasi dan Berita Hits Kesehatan Lainnya
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi
-
Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar
-
Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan
-
Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar