- Kementerian ESDM menjelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai.
- Cadangan gas baru ini diyakini memiliki peran strategis ketahanan energi nasional.
- Temuan ini dioperasikan oleh ENI dengan kepemilikan 82 persen, Sinopec 18 persen.
SuaraKaltim.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pengembangan cadangan gas baru di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Temuan cadangan gas tersebut diyakini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menjelaskan, temuan gas raksasa di Cekungan Kutai memiliki potensi signifikan, yang bersumber dari Sumur Geliga 1 dan Sumur Gula.
Dia menyebutkan Sumur Geliga 1 diperkirakan mengandung 5 trillion cubic feet (TCF) gas dan 300 juta barrel oil equivalent (MMBOE) kondensat.
Sementara cadangan gas Gula tercatat 2 TCF gas dan 75 juta MMBOE kondensat, sehingga total potensi produksi mencapai 7 TCF gas dan 375 juta barrel oil equivalent kondensat.
"Dengan demikian, total produksi potensinya adalah 7 TCF gas dan 375 juta barrel oil equivalent kondensat," jelas Rizwi dikutip dari Antara, Kamis (21/5/2026).
Dia menambahkan pengembangan gabungan Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan produksi hingga 1.000 MMSFCD gas dan 80.000 BOEPD kondensat.
Selain itu, Rizwi juga menyampaikan berbagai proyek strategis nasional di sektor hulu migas yang tengah digarap antara lain South Andaman, Asap Kido Merah, Tangguh UCC Project, Abadi Project, serta proyek Indonesia Deepwater Development.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan temuan gas bumi di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kaltim, dengan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) serta 300 juta barel kondensat.
"Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru," ujar Bahlil, Senin (21/4/2026).
Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan ENI dengan porsi kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki Sinopec.
Menurut dia, eksplorasi yang melibatkan perusahaan energi asal Italia, ENI, menegaskan potensi migas Indonesia masih sangat besar, khususnya di Cekungan Kutai yang terus menunjukkan prospek menjanjikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Sakit ISPA dan Demam Berdarah
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi