SuaraKaltim.id - Kelakuan tercela yang satu ini bakal menambah panjang noda hitam lembaga perwakilan rakyat di tanah air. Pasalnya, tiga anggota DPRD Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ketahuan berjudi di ruang sidang. Selain mereka, sekretaris dewan (Setwan) setempat juga ikutan main judi remi di ruang Sidang DPRD Rote Ndao.
Tiga anggota DPRD yang diciduk tersebut, yakni ZYA alias Usu (52) Anggota DPRD dari PDIP, YAD alias Yance (42) dari Partai Nasdem dan AP alias Anus (57) dari Partai Gerindra. Selain mereka, BK alias Ben (54) yang merupakan Sekwan DPRD Kabupaten Rote Ndao juga ikut diangkut bersama HG, seorang wartawan yang bersama-sama dengan mereka.
Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Yames Jems Mbau membenarkan kejadian tersebut. Dari informasi yang didapat, ketiga wakil rakyat bersama setwan dan wartawan tersebut sempat dibawa ke kantor polisi usai berjudi di ruang sidang utama Gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao pada Rabu (24/3/2021) malam sekira pukul 20.00 WITA.
Masih menurutnya, informasi tersebut didapat dari warga yang melaporkan adanya anggota dewan yang sedang bermain judi di kantor DPRD Rote Ndao. Kemudian anggota polisi yang dipimpin Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Rote Ndao Aiptu Stefanus Palaka langsung menuju lokasi.
Baca Juga: Gawat! Oknum Anggota DPRD dan Sekwan Tertangkap Main Judi di Ruang Sidang
Setibanya di lokasi, polisi mendapati sepeda motor dan mobil di lobi kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao. Ketika anggota masuk ke ruangan dewan, polisi mendapati petugas gedung bernama Dedi Adu yang sedang tidur di sofa di lantai 1.
Kepada polisi, Dedi tidak mengetahui keberadaan anggota dan Sekwan yang diduga berjudi. Kemudian, polisi kemudian mengecek setiap ruangan di lantai namun kosong.
Saat anggota ke lantai 2, melihat YAD alias Yance yang keluar dari ruang sidang utama. Yance mengaku, kalau dia bersama AP alias Anus, ZYA alias Usu dan BK alias Ben serta HG (wartawan). Keempat orang tersebut sudah turun ke lantai 1. Di lantai 1, polisi mendapati keempat orang ini sudah berada di lantai 1 sehingga polisi langsung menginterogasi.
“Mereka (Anus, Usu, Ben dan Yance) mengakui bahwa benar mereka baru saja selesai berjudi (kartu) di dalam ruangan sidang utama kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao,” ujar Yames seperti dilansir Digtara.com-jaringan Suara.com pada Kamis (25/3/2021).
Setelah mendengar pengakuan mereka, polisi bergegas ke ruang sidang utama dan mendapati lima kursi dengan posisi melingkar dan kartu remi. Namun, polisi tidak menemukan barang bukti uang sebagai taruhan karena aksi judi sudah selesai sebelum dilakukan penggrebekan.
Baca Juga: Bejad! Kalah Main Judi, Pedagang Daging Ayam Bunuh Driver Ojek Online
“Polisi hanya mendapatkan barang bukti dua bungkus kartu merk keris beserta lembaran kartu,” ujar Kasat Reskrim Polres Rote Ndao.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Hotman Paris Punya Situs Judi Online
-
Dua Anggota TNI Resmi Jadi Tersangka Kasus Tembak Mati 3 Polisi di Lampung
-
Selain Pembunuhan, Komisi III DPR Desak Dugaan Setoran Judi Sabung Ayam di Lampung Diusut Tuntas
-
Penasihat Danantara, Thaksin Shinawatra Pernah Kena Skandal Judi Hingga Saham
-
Meutya Hafid Pamer Capaian Jabat Komdigi 5 Bulan: Blokir 6 Juta Konten Judi Online
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan
-
Peringatan BMKG: Waspadai Dampak Pasang Laut di Pesisir Kaltim pada 2 April 2025
-
Sinergi DPRD dan Pemkab PPU, Stunting Berkurang Hingga 11,55 Persen