SuaraKaltim.id - Rumah Ketua RW di Kota Kupang dirusak pemuda. Lantaran sebelumnya, para pemuda tersebut tidak terima jika pesta wisuda yang dilakukan mereka dibubarkan petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima pada Minggu (28/3/2021) dini hari.
Dilansir Digtara.com-jaringan Suara.com, kisah tersebut bermula dari perayaan wisuda yang digelar para mahasiswa asal Kabupaten Alor dan baru selesai diwisuda di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang pada Sabtu (27/3/2021).
Pesta tersebut diketahui digelar di kediaman Yohanis Sally SE. Namun kegiatan itu terpaksa dibubarkan polisi karena digelar hingga larut malam.
Lantaran hal tersebut tidak boleh dilakukan karena Kota Kupang memberlakukan PPKM skala mikro sejak pekan lalu. Akhirnya, Wakapolres Kupang Kota Kompol Iwan Iswahyudi serta Kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh AI Siregar dan Kasat Intelkam Polres Kupang Kota AKP Alberto Heru Ponato memberikan imbauan soal penerapan PPKM.
Baca Juga: Warga Besipae Laporkan Satpol PP Dalam Kasus Perusakan Rumah
Pun juga meminta kepada mahasiswa untuk segera membubarkan diri dengan tertib sehingga tidak menganggu masyarakat yang lain beristirahat. Namun imbauan dari Polres Kupang Kota mendapat tanggapan kurang baik dari beberapa pemuda yang dikoordinir Gomes. Saat itu sempat terjadi kericuhan, namun sempat bisa ditenangkan salah satu tokoh pemuda, Obet Manga yang ikut memberikan imbauan.
Patroli gabungan pun meninggalkan lokasi pesta setelah para pemuda berkomitmen untuk membubarkan diri.
Tapi sekira setengah jam kemudian, pemuda yang tidak puas tersebut malah melempar dan merusaki rumah ketua RW, Salmon Pandi. Diperoleh informasi kalau pengrusakan ini diduga kuat didalangi Gomes yang mabuk akibat konsumsi minuman keras.
Gomes disebut-sebut punya dendam pribadi dengan Ketua RW Salmon Pandi, karena sebelumnya dirinya pernah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan Salmon sekitar Januari 2021 lalu.
Mengetahui kejadian tersebut, Wakapolres Kupang Kota dan puluhan anggota Polres Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima kembali dikerahkan ke lokasi kejadian di rumah Salmon Pandi.
Setibanya di lokasi, tim patroli mendapati rumah ketua RW mengalami kerusakan di beberapa bagian. Pun sepeda motor dan mobil pun jadi korban kemarahan para pemuda tersebut. Akhirnya, Salmon Pandi beserta keluarga dievakuasi untuk menghindari hal yang lebih buruk.
Baca Juga: Rumah Dirusak, Warga Besipae Diusir Aparat saat Tinggal di Bawah Pohon
Polisi juga kemudian menggelar patroli dan masih mencari pelaku perusakan rumah ketua RW tersebut.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Video Rumah Makan Dirusak karena Buka di Siang Hari saat Ramadan
-
Dukung Pembelajaran Kelas Program Keahlian Teknik Otomotif, Presiden Kirim Mobil Praktik
-
Kota Kupang NTT Diguncang Gempa Bumi 6,6 Magnitudo Kamis Pagi
-
Aturan Mudarat Gubernur Laiskodat, Sekolah di Pagi Buta
-
Berkas Perkara Penganiayaan Wartawan Kupang Telah P21, Lima Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN
-
Tanpa Diskon, Tol Balsam Tetap Jadi Pilihan! Kendaraan Melonjak 102 Persen
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan