- Pemprov Kaltim memastikan mobil dinas Gubernur belum sempat digunakan.
- Sementara, Gubernur memakai kendaraan dinas yang tersedia atau mobil pribadi.
- Pemprov menyampaikan kronologi pengadaan hingga pembatalan mobil dinas.
SuaraKaltim.id - Pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menuai sorotan tajam lantaran harganya yang fantastis yakni senilai Rp8,5 miliar.
Pemprov Kaltim menegaskan bahwa mobil dinas Gubernur yang dikembalikan ke penyedia memang belum pernah digunakan untuk operasional.
"Hingga saat ini, kendaraan tersebut masih berada di Jakarta dan belum dikirim ke Kalimantan Timur," kata Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026).
Dia menambahkan bahwa proses administrasi seperti balik nama BPKB dan STNK pun belum rampung.
"Mobilnya masih berpelat B. Ini memudahkan proses pengembalian karena memang belum operasional di Kaltim," ujarnya dalam jumpa pers.
Untuk sementara, Gubernur akan menggunakan kendaraan dinas yang tersedia atau mobil pribadi.
Faisal menyebut Gubernur kerap menyetir sendiri saat meninjau infrastruktur ke daerah. Sementara itu, Direktur CV Afisera, Subhan, menyatakan tidak merasa dirugikan atas pengembalian ini.
Meski pengadaan sudah sesuai aturan, ia menghormati keputusan pemerintah dan aspirasi publik.
"Setelah administrasi selesai, dana akan segera kami setorkan kembali ke kas daerah," jelas Subhan.
Berikut adalah kronologi pengadaan hingga pengembalian mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,49 miliar yang menjadi sorotan publik.
November 2025: Serah Terima Unit
Proses pengadaan melalui APBD Perubahan 2025 rampung dengan serah terima unit dari penyedia (CV Afisera) kepada pemerintah daerah.
Februari 2026: Polemik dan Kritik Publik
Nilai pengadaan sebesar Rp8,49 miliar untuk mobil jenis SUV mewah (diduga Range Rover atau Land Rover Defender) menuai kritik tajam karena dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran.
24 Februari 2026: Respons Gubernur Rudy Mas'ud sempat memberikan klarifikasi di YouTube bahwa kendaraan tersebut merupakan representasi penting untuk menjaga "muruah" Kaltim sebagai penyangga IKN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi
-
Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI
-
BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung