Ilustrasi pemerkosaan (Shutterstock).
Sesampainya di rumah, P termangu. Awalnya dia masih menyimpan cerita. Namun setalah berpikir panjang, dia memberanikan diri melaporkan peristiwa jahanam yang dialaminya ke FKPM Pelita, Rabu 14 April 2021.
Ketua FKPM Pelita Marno Mukti meminta Pearl membuat laporan polisi agar dapat ditindaklanjuti.
Kepada Marno, Pearl meminta kisahnya diangkat ke sosial media. Supaya tidak menimpa perempuan lainnya.
"Supaya jadi pelajaran," tutup Marno.
Berita Terkait
-
Ditemani Istri, Javlon Guseynov Senang Jalani Puasa Ramadhan di Samarinda
-
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Samarinda, Kamis 15 April 2021
-
Mahasiswa Demo Menolak Omnibus Law di Samarinda Divonis 5 Bulan 15 Hari
-
Kisah Pria di Samarinda, Tertipu Open BO MiChat Hingga Rugi Jutaan Rupiah
-
Perpanjangan SIM Online Sudah Bisa di Samarinda, Kukar, dan Balikpapan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi