SuaraKaltim.id - Seorang difabel jual gas keliling, Achmad Arif Budiyono. Meskipun ia mengalami keterbatasan fisik, lelaki berumur 49 tahun ini rela bekerja demi membahagiakan keluarganya.
Salah satu cita-cita yang ia dambakan adalah harus bisa memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Achmad memiliki keterbatasan fisik karena salah satu kakinya diamputasi.
"Dari dulu memang saya pekerja keras, bahkan pantang menyerah saat masih sehat. Dulu motivasi saya ada ibu yang harus diobati karena struk, sekarang ada istri dan anak-anak," ungkap Achmad, dilansir dari Terkini.id, mengutip Suara.com dari Ayotegal.com, Rabu (5/4/2021).
Dahulu ketika ia sehat adalah sosok yang pekerja keras dan berjuang demi ibunya karena stroke. Lelaki tua itu tinggal di Jl Waringin kelurahan Mintaragen Tegal.
Ia juga menceritakan bahwa mengajar sebagai guru T4 (Tadarus, Tahfidz, Tahsin dan Tilawah) di SMP Ihsaniyah Tegal. Selanjutnya dengan aktivitas lain menjadi guru ngaji di Madrasah Al Bayan Tegal.
Achmad menceritakan ketika kehilangan satu kakinya karena kecelakaan pada tahun 1997. Waktu itu, ia akan pulang ke Tegal untuk memberi uang ke orang tuanya.
Ketika perjalanan ia mengalami kecelakaan di Comal Pemalang.
Menurutnya, kedua kakinya waktu itu masih utuh, namun karena telatnya penanganan membuat kondisi kaki kanannya semakin parah.
"Waktu itu, saya menolak diamputasi. Selama tiga tahun saya hanya di tempat tidur, pita suara sudah hilang, badan kaku. Baru kemudian saya punya semangat lagi dan akhirnya mau diamputasi," ucapnya.
Baca Juga: Anak Anggota DPRD Diduga Perkosa Remaja, Kak Seto Minta Polisi Tegas
Hingga bertahun-tahun lamanya akhirnya lelaki tua itu kembali bekerja. Ia mencari pekerjaan sebagai jualan gas keliling.
Selain hanya untuk keluarganya, difabel jual gas keliling tersebut demi membahagiakan anak-anaknya. Ia membuktikan dengan keterbatasan fisik pun tidak menghalangi suatu apapun dan ini sangat berguna.
"Bagaimana pun saya adalah seorang kepala keluarga dan seorang bapak yang punya tanggung jawab untuk menafkahi dan memberikan pendidikan yang cukup untuk anak-anak," bebernya.
"Waktu itu, saya menolak diamputasi. Selama tiga tahun saya hanya di tempat tidur, pita suara sudah hilang, badan kaku. Baru kemudian saya punya semangat lagi dan akhirnya mau diamputasi," ucapnya.
Semangat pantang menyerahkan pun kembali menggebu. Di tahun 2002, ia mendapat tawaran pekerjaan sebagai penjaga toko grosir makanan ringan di Pasar Karangdawa milik saudaranya.
Lima tahun kemudian, tepatnya di tahun 2007, ia mencari pekerjaan tambahan dengan berjualan gas keliling.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Anggota DPRD Diduga Perkosa Remaja, Kak Seto Minta Polisi Tegas
-
Bupati Banyuwangi Berdayakan 200 Pelajar Jadi Duta Cegah Perkawinan Anak
-
Sekolah Perempuan Kupang Berhasil Cegah Perkawinan Anak
-
Bakat Putri Glenn Fredly Mulai Terlihat Meski Baru Berusia 14 Bulan
-
Putu Aribawa. Bapak Gendong Anak Cuma Iseng Hina Orang Pakai Masker Tolol
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
-
Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?
-
Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026