SuaraKaltim.id - Saat Ramadhan, sampah yang diangkut di Kota Balikpapan berkisar 350 hingga 375 ton. Namun sejak H-7 jelang lebaran meningkat hingga 400 ton per hari. Puncaknya, saat malam takbiran, meingkat hamper 100 persen.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan (DLH) mencatat, pada malam takbiran kemarin (12/5) sampah yang diangkut petugas DLH mencapai 660 ton.
“Itu data sampai dengan idul fitri. Yang setelah idul fitri masih diolah teman-teman di TPA Manggar,” tutur Sekretaris DLH Tomi Alfianto kepada Inibalikpapan.com media jaringan Suara.com, ditulis Sabtu (15/5/2021).
Hingga tengah malam takbiran lalu, para petugas Dinas Lingkungan Hidup bidang persampahan masih sibuk mengangkut sampah yang diangkut menggunakan truk hingga menggunung.
Berdasarkan data yang ada, kenaikan sampah mulai terlihat pada 19 Ramadan yakni 1 Mei 2021 lalu dengan tonase sampah yang diangkut mencapai 357,510 ton dengan jumlah rit sebanyak 160.
Pada Ramadan ke 20 meningkat rit menjadi 168 dengan berat sampah yang diangkut 402 ton lebih, lalu pada Ramadan ke 21 sebanyak 178 rit dengan berat sampah mencapai 412 ton.
Peningkatan sangat tinggi mulai terjadi pada Ramadan ke 23 pada 5 Mei lalu berat sampah yang diangkut mencapai lebih dari 417 ton. Dari tanggal 5 hingga malam takbiran, jumlah sampah yang diangkut mengalami peningkatan signifikan.
Selain sampah rumah tangga juga ditemukan sampah bekas kulit kelapa, kursi bekas, ranting pohon dan lainya.
Pada lebaran kemarin Kamis (13/05) jumlah tonase sampah yang diangkut turun drastic yakni 272 ton dengan 100 rit/pengangkutan truk.
Baca Juga: Malam Takbiran Dilempari Batu, Seorang Warga Jogja Terancam Cacat Mata
Berita Terkait
-
Malam Takbiran Dilempari Batu, Seorang Warga Jogja Terancam Cacat Mata
-
Perusak Fasilitas di Masjid Al Ikhwan Balikpapan Baru Dibawa ke RS Jiwa
-
Selama Hari Pertama Lebaran, Volume Sampah di DKI Jakarta 2.142 ton
-
Ratusan Santri Putri di Playen Keracunan Makanan Saat Malam Takbiran
-
Kasus Covid-19 di Balikpapan Menurun Saat Idulfitri
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas