SuaraKaltim.id - Alviano Dafa Raharjo, bocah yatim piatu asal Linggang Purworejo RT 004, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur berencana dibawa ke kampung halaman sang kakek-nenek di Sragen, Jawa Tengah.
Bocah yang akrab disapa Vino itu menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19. Ibunya, Lina Safitri meninggal pada Senin (19/7/2021) dan ayahnya Kino Raharjo menyusul meninggal dunia pada Selasa (20/7/2021).
Kakak almarhum Kino, Sumini menginginkan Vino segera dijemput dan bisa tinggal di Sragen. Namun, Sumini menyadari dalam situasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak memungkinkan untuk menjemput.
Apalagi Sumini juga mengetahui bila Alvin masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kutai Barat sampai 25 Juli 2021 besok.
“Kami berharap seperti itu (dibawa ke Sragen). Rumah pakdenya itu hanya bersebelahan di Kutai Barat itu. Jadi di sana yang mengurus pakde-pakdenya,” ujar Sumini dilansir Suarasurakarta.id, Minggu (25/7/2021).
Diketahui, orang tua sang bocah yang berasal dari Kabupaten Sragen. Kino merupakan anak pasangan Mitro Kiman dan Panikem, warga Dukuh Bayanan RT 014, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen,
Sementara Lina berasal dari Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan.
"Kami kehilangan sepasang anak dalam dua hari. Bahkan di waktu yang tidak lama, ada enam warga di satu RT ini yang juga meninggal dunia,” ucap Panikem.
Panikem bercerita, Kino dan Lina merantau jualan cilok dan es di Kalimantan Timur sejak 9 tahun lalu. Ia menyampaikan kala itu usia bocah yang biasa disapa Alvin atau Vino itu baru hampir setahun saat diajak merantau. Setelah empat tahun merantau sempat pulang ke Bayanan.
Baca Juga: Tolak Vaksinasi Covid-19, Putra Mbah Maimoen: Kita Mau Dibantai!
“Rumah ini juga yang membangun Kino. Memang rumah ini diwariskan ke Kino dan keluarganya. Karena kedua anak saya sudah meninggal maka warisnya ya jatuh ke cucu saya, Alvin. Sesuai keinginan si Alvin sendiri rumah jangan diplester atau dikeramik karena biar bapaknya yang memperbaikinya,” ujar Panikem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau
-
Kabar Rudy Mas'ud ke Singapura saat Kaltim Dilanda Kabut Asap, Pemprov Minta Maaf
-
Viral Gubernur Rudy Mas'ud di Singapura saat Karhutla, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Rudy Mas'ud Viral Lagi, Kali Ini Kedapatan di Singapura saat Kaltim Karhutla