Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:42 WIB
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi bagi masyarakat. [ANTARA]

"Kalau perlu dan memang boleh, kita pengadaan sendiri vaksinasi. APBD kita kuat kok," terangnya, menyadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Selasa (10/8/2021).

Sekedar informasi APBD Kaltim 2021 sebesar  Rp 11,61 triliun, dengan rincian pendapatan direncanakan sebesar Rp 9,58 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 5,39 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp 4,18 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 12,27 miliar.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun. [Presisi.co]

Samsun menyebut, serapan anggaran itu baru hanya 20 persen realisasinya. Sebagian besar didominasi pengeluaran rutin seperti gaji pegawai, BBM kendaraan dinas, ATK kantor, biaya operasional, dan lain-lain.

"Kalau dalam bentuk kegiatan fisik itu belum ada," ungkapnya.

Baca Juga: Resmi! Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4 di Luar Jawa - Bali hingga 23 Agustus

Sementara itu, menurutnya, sembako bukanlah solusi yang bisa diberikan dan tidak memiliki pengaruh banyak. Lantaran hanya bertahan satu hingga dua hari.

"Sembako tidak begitu efektif. Vaksin saja diperbanyak," pungkasnya.

Load More