SuaraKaltim.id - Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang sedang carut marut membuat dua komisarisnya harus mundur. Yakni, Peter F Gontha selaku komisaris yang mewakili pemegang saham publik, dan Yenny Wahid putri dari mantan Presiden RI, Gus Dur.
Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengatakan, mundurnya dua komisaris tersebut menjadi preseden buruk kondisi maskapai pelat merah sejak kali pertama mengudara sejak 73 tahun silam.
"Jadi bukan sekedar penghematan anggaran karena komisaris mundur. Kepercayaan investor dan kreditur bisa menurun ditengah gejolak keuangan yang dihadapi maskapai BUMN," ucap Bhima disadur dari Suara.com, Senin (16/8/2021).
Menurutnya, jika suatu organisasi perusahaan dengan kondisi yang sulit seperti Garuda Indonesia, sudah sepantasnya kekompakakkan internal dibutuhkan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak terjadi di dalam tubuh Garuda Indonesia.
Hal ini tentu menunjukan, kondisi yang tidak baik dalam tubuh Garuda Indonesia.
"Seharusnya secara internal solid, tapi kalau para pimpinan perusahaan mundur berarti harapan pemulihan keuangan maskapai makin kecil. Jadi ini indikasi state of collapse atau menuju pailit," katanya.
Sehingga, kata dia, sekarang Garuda membutuhkan sosok yang bisa melalui masa sulit bahkan kalau keputusan akhirnya adalah likuidasi aset ya harus ditempuh dengan cara cara yang profesional.
"Komunikasi dengan pemerintah, kreditur dan investor harus lancar. Terakhir pastinya selain kecepatan dalam eksekusi juga integritas menjadi kunci keberhasilan penyelamatan Garuda," pungkasnya.
Baca Juga: Sambut Hari Kemerdekaan, Garuda Indonesia dan The Goods Dept Luncurkan Merchandise Tematik
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026