SuaraKaltim.id - Sebanyak 50.549 siswa di Kaltim telah menerima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari aspirasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda Asli Nuryadin turut mengapresiasi hal tersebut karena menurutnya hal itu sangat membantu orangtua siswa saat pandemi Covid-19 ini.
Namun sebaliknya, dimasa pandemi seperti ini masih ada saja oknum yang mengatasnamakan Disdik Samarinda maupun panitia beasiswa PIP yang melakukan penipuan. Akibatnya, orangtua ada yang tertipu saat ingin mendaftarkan anaknya menjadi calon penerima beasiswa.
Terkadang, oknum tersebut juga meminta tarif biaya pendaftaran kepada orangtua siswa dengan mengiming-imingi akan diloloskan menjadi penerima beasiswa. Melihat permasalahan ini, Kepala Disdik Samarinda Asli Nuryadin mengimbau agar orangtua jeli saat mendaftar Beasiswa PIP.
“Sering saya ingatkan, kan WhatsApp (WA) saya itu buka 24 jam. Kalau ada sesuatu terutama mengenai PIP, karena disini juga PIC-nya banyak sekali. Jangan kita mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan Disdik atau panitia beasiswa,” imbaunya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu (22/8/2021).
Menyangkut penipuan, Asli mengaku jika dulu akun WA dirinya pernah dipalsukan oknum penipuan. Seperti contohnya, oknum penipu menggunakan foto Asli namun nomor telponnya bukan nomor milik Kadisdik Kota Tepian ini.
“Dan seperti itu banyak, bayangkan kalau guru-guru tidak cermat dan jeli. Terkadang ada yang mengaku-ngaku minta duit di media sosial (medsos),” ungkapnya.
“Termasuk nama Bunda Hetifah atau teman-teman Kementerian yang terkadang bisa dipakai. Karena dia (oknum penipu) mudah sekali memakai foto kita kan terbuka itu, kadang diambil tapi pake nomor hp yang lain,” tambahnya.
Oleh karenanya, Asli kembali mengingatkan, apabila ada hal-hal yang mencurigakan, apalagi bertemu dengan oknum yang meminta bayaran formulir, dirinya mengimbau agar hal tersebut tidak dihiraukan.
Baca Juga: Hat-hati, Air Sungai di Samarinda Ada yang Tercemar
“Disdik Inshaallah kita prioritaskan yang mengurus beasiswa. Karena kita tidak berbelit-belit dan simpel saja. Kita buat google form sendiri. Lalu kalau ada kendala silahkan konsultasi ke Disdik,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini