SuaraKaltim.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengobarkan semangat kepada seluruh negara di Asia Tenggara dan mitranya, untuk berbagi pengalaman dan inisiatif. Terkhusus dalam mengelola dampak Covid-19 pada angkatan kerja perempuan.
Hal itu diminta langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah. Permintaan itu dia lontarkan agar anggota ASEAN mampu memaksimalkan kerja sama untuk membangun ketangkasan, daya saing, dan ketahanan dalam menghadapi masa depan kerja.
Tak hanya itu, semangat itu ditularkan agar masyarakat Asia Tengggara bisa selalu siap dengan potensi dampak pandemi. Seperti krisis ekonomi, atau bencana alam yang akan terjadi di masa depan.
"Saya ingin menarik perhatian para peserta yang terhormat untuk mengambil peran aktif dalam diskusi dan dapat mengambil referensi tentang bagaimana meningkatkan peran dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja dalam kegiatan ekonomi dan pasar tenaga kerja selama masa pandemi," katanya, disadur dari Suara.com, Jumat (27/8/2021).
Ia meyakini, semua negara ASEAN dan pihak eksternal menyetujui strategi dan kolaborasi kolektif, yang diperlukan untuk meredakan dampak pandemi. Terutama di sektor ketenagakerjaan.
Menurutnya, hal itu untuk segera membangun kembali kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
"Saya berharap lokakarya ini dapat mendukung pengembangan lebih banyak kegiatan dan kerja sama serta berkontribusi pada implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tentang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan," ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan digelarnya workshop adalah untuk memperoleh perspektif yang tepat menentukan cara-cara meningkatkan peran dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi selama masa pandemi Covid-19.
Sementara Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, sangat berharap apa yang telah dibahas dalam lokakarya regional ASEAN dapat membawa tindakan nyata meningkatkan peran dan perlindungan angkatan kerja perempuan untuk mendukung pemulihan ekonomi, serta memecahkan masalah partisipasi angkatan kerja perempuan yang berdampak pada Covid-19.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Kemnaker Minta Mahasiswa Polteknaker Tetap Antusias Belajar
Kemnaker, lanjut Anwar Sanusi, mendorong dan mendukung hasil lokakarya ini untuk semua mitra ASEAN, di mana hasilnya akan berkontribusi pada pencapaian target SDG terkait isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat
-
Kaltim Berusaha Jaga Harga Sawit Pasca Pidato Prabowo soal Ekspor Terpusat
-
QLola by BRI Hadir sebagai Strategi Cerdas Mengelola Payroll Perusahaan Secara Efisien
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Berbagai Keuntungan bagi Para Traveler, Yuk Cek di Sini!
-
BRI Perluas Investasi Syariah, Bersama Syailendra Capital Garap Reksa Dana: Return Tembus 7,58%