SuaraKaltim.id - Aksi penipuan yang dilakukan mahasiswi asal Balikpapan, berinisial PN (19), akhirnya terbongkar.
Terbongkarnya aksi PN bermula dari laporan sejumlah korban yang merasa tertipu karena investasinya tak kunjung membuahkan hasil. Padahal, sesuai perjanjian, setiap investor dijanjikan keuntungan hingga 75 persen dengan menempatkan investasinya di proyek milik salah satu BUMN.
"Setelah mendapat laporan kami berhasil mengamankan PN di rumahnya di kawasan Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai," kata Kasatreskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro.
Selama proses pengembangan kasus, PN rupanya sempat melarikan diri ke Banjar.
Tak tanggung-tanggung, sejak menjalankan aksinya Mei 2021 lalu, nominal penipuan yang dilakukan PN diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.
"Keuntungan dari investasi bodong tersangka ini sekitar Rp 400 juta dan digunakan untuk membeli keperluan pribadi seperti alat elektronik, motor dan tas bermerk," kata Rengga.
Sementara total kerugian yang diterima dalam laporan sebesar Rp 200 juta, namun masih banyak korban lagi.
Dari pengakuan tersangka, dia menjalankan aksinya ini seorang diri. Total 200 orang lebih yang jadi korban.
"Jadi ada tiga grup whatsapp yang berisi para korban ini, mereka berasal dari Balikpapan, Makassar dan daerah lain. Tapi memang dominan dari Balikpapan," bebernya.
Baca Juga: Wacana Penghapusan Kelas Rawat Inap BPJS, DKK Balikpapan: Belum Ada Pembahasan
Di dalam grup tersebut pelaku mengirimkan detail rekening atas namanya sendiri. Nantinya jika ada yang ingin investasi dapat langsung mengirim uangnya melalui nomor rekening tertera.
Soal modus tersangka mengelabui para korban, ia menyebut PN memanfaatkan uang yang ditransfer para korban, yang nilainya bervaritif, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 200 juta.
"Uang yang ditransfer korban baru ini akan digunakan untuk memberi keuntungan kepada korban lama. Begitu seterusnya, sampai akhirnya mentok," katanya.
Ia melanjutkan, polisi kini sedang mengembangkan penyelidikan kasus investasi bodong ini sampai ke Samarinda. Satu nama berinisial R, yang berada di Kota Tepian diduga jadi orang yang mengajarkan PN memulai investasi bodong ini.
Salah satu korban MH (21) mengatakan, dia dan teman-temannya tak menyangka akan tertipu oleh pelaku karena saat ditawari, pelaku cukup meyakinkan. Apalagi pelaku juga memperlihatkan bukti orang-orang yang sudah menikmati keuntungan bisnis investasi tersebut.
"Kami tidak pernah bertemu sama sekali. Semua melalui pesan langsung di Instagram," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Ada Apa dengan Seleksi Dirut MMP Kaltim? Batas Usia Calon Dipertanyakan
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi