SuaraKaltim.id - Sedimentasi serius terjadi di daerah aliran sungai (DAS) menuju Sungai Mahakam. Hal itu diungkapkan Wali Kota Andi Harun beberapa waktu lalu.
Ia juga mengatakan, di atas sungai merupakan jalur distribusi barang dan jasa yang turut mempengaruhi ekonomi nasional.
"Dari pusat juga menyatakan bahwa ada problem DAS Mahakam, padahal itu sangat strategis. Ada kurang 93 juta meter ton batu baru dan memiliki peran strategis dalam pembangkit ekonomi nasional," ujarnya, dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu (6/10/2021).
Orang nomor satu di Samarinda ini juga menjelaskan sedimentasi DAS Sungai Mahakam turut memengaruhi persoalan banjir di Kota Tepian. Katanya, saat curah hujan tinggi di bagian hulu sungai yang dimulai dari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), lalu turun ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kemudian melewati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga akhirnya Samarinda.
Hal itu yang menyebabkan anak-anak Sungai Mahakam di Samarinda, seperti Sungai Karang Mumus (SKM), Sungai Karang Asam Besar (SKAB), Sungai Karang Asam Kecil (SKAK), dan puluhan sungai-sungai kecil lainnya mengalami over penampungan dan membuat air meluap.
"Ya ini DAS nya bermasalah. Ayo kita sama-sama pikirkan. Dan ini memang kewenangan pusat. Karena rehabilitasi, danau, jalur transportasi, dan sungai itu merupakan tanggung jawab pusat. Kita berdoa supaya tidak terjadi masalah di jalur tersebut," tegasnya.
Ia menambahkan, jika pendangkalan DAS Sungai Mahakam tidak segera diatasi, maka tidak mungkin distribusi batu bara sebagai komoditas pembangkit ekonomi nasional akan bermasalah. Distribusi barang dan jasa yang ada di dalam kota Samarinda dan kabupaten/kota di sekitarnya pun akan terpengaruhi.
Masih dalam kesempatan yang sama, pria kelahiran 12 Desember 1972 itu turut menyinggung bahwa Pemkot Samarinda di bawah kepemimpinannya masih memerlukan bantuan dalam hal pembangunan. Salah satunya, adalah pembangunan pintu air yang rencananya dibangun di Muara SKM, tak jauh dari Jembatan Selili.
Ia menggunakan istilah "ngamen" terkait permohonan macam-macam bentuk bantuan tersebut .
Baca Juga: Anggota DPR Ridwan Bae Dukung Pembangunan Jembatan Babin, 10 Perusahaan Tertarik
"Pokoknya saya akan gunakan kesempatan ngamen di mana saja. Minta bantuan, ngapain malu? Karena kami memang butuh bantuan, tidak mungkin Samarinda hanya bisa berjuang sendiri menanggulangi banjir."
"Soal dipenuhi itu urusan berikutnya. Tapi saya tidak boleh berhenti untuk ngamen, minta bantuan, karena kita butuh biaya besar untuk penaganan banjir di Samarinda," lanjutnya.
Ia menyebut, sistem pemerintahan sejatinya merupakan satu kesatuan dalam kepentingan nasional. Mulai dari pemerintah pusat, kemudian tingkat provinsi, hingga tingkat kabupaten/kota.
"Masalah daerah harus kita sampaikan, karena belum tentu juga diketahui pemerintah nasional kita ini. Itu sebabnya wali kota perlu menjadi duta, dalam menyampaikan beberapa hal yang perlu diketahui pusat," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan