SuaraKaltim.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas telah diberlakukan di 280 sekolah di Samarinda. Pembukaan Sekolah Tangguh Covid-19 (STC) itu dilakukan secara bertahap sejak 7 September 2021 lalu berdasarkan surat edaran wali kota Samarinda.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Barlin Kesuma menyebutkan, dari 280 sekolah tersebut hingga saat ini baru hanya 2 kasus terindikasi Covid-19 yang telah dilaporkan kepada pihaknya. Kendati saat ditelusuri lebih lanjut, 2 siswa yang terindikasi itu telah dinyatakan negatif Covid-19.
"Ada kasus, sekolah juga sempat ditutup beberapa hari. Tapi setelah ditelusuri hasilnya negatif. Ada 1 kasus di SD Fastabiqul Khairat di Jalan Abdul Wahab Sjahranie (AWS), dan 1 kasus lagi di SMP 1 Jalan Kadrieoning. Ada gejala panas, dan merujuk ke Covid-19. Tapi kan, belum tentu Covid-19," ujarnya melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Kamis (18/11/2021).
Adanya 1 kasus siswa terindikasi Covid-19 di SD Fastabiqul Khairat sendiri dijelaskan Barlin terjadi pada Oktober 2021 lalu. Sementara 1 kasus di SMPN 1 Samarinda terjadi sekira pekan lalu.
Ia menyatakan, Disdik Samarinda langsung mengambil tindakan tegas dengan menginstruksikan sekolah STC yang bersangkutan untuk meliburkan sekolah ketika menemukan kasus terindikasi Covid-19 pada siswanya.
"Siswa yang terindikasi juga kami arahkan untuk tidak masuk dulu. Kemudian tim pengawas langsung menelusuri kasus tersebut," terang Barlin.
Namun begitu, kasus terindikasi Covid-19 kepada dua pelajar itu dikatakan Barlin telah selesai, dan sudah menjalani tes swab PCR sekaligus melakukan isolasi mandiri.
"Kejadiannya itu karena ada anggota keluarga yang sedang isolasi mandiri. Jadi, kami minta tidak usah masuk dahulu. Tapi sudah selesai, sudah melakukan isolasi mandiri dan tes Covid-19. Anak sudah di PCR Negatif," sambungnya.
Barlin menjelaskan, bahwa sejauh ini secara keseluruhan penerapan PTM di 280 sekolah tangguh Covid-19 berjalan cukup baik. Ia menyebut, telah ada tim pengawas yang secara berkala meninjau langsung ke sekolah-sekolah tersebut. Selain, pihaknya turut mendapatkan laporan langsung dari masing-masing kepala sekolah di STC.
Baca Juga: Bila WSBK Sukses Tanpa Klaster Covid-19, Wali Kota Mataram Akan Kaji PTM 100 Persen
Disinggung adanya kajian BPOM Nasional yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac bisa digunakan untuk anak usia 6-11 tahun, Barlin menyatakan pihaknya pun telah bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) Wilayah Kaltim mengenai pelaksanaan vaksinasi tersebut.
Pasalnya, kata Barlin, dari sekitar 33.000 anak usia 12 - 16 tahun di Samarinda, sebanyak 30.000 lainnya telah divaksinasi.
"BIN pusat ada program melakukan vaksinasi bagi siswa. Ada 500 ribu dosis tersedia. Rencananya, kami juga akan minta, karena Desember 2021 seharusnya sudah 95 persen anak-anak SMP yang sudah divaksin, sisanya baru menyasar anak-anak SD usia 6-11 tahun itu," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng