Sementara itu, melalui Live Pro 1 RRI Samarinda juga soal diskusi mengenai rencana pembangunan sky train, Senin (20/12/2021). Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengungkapkan, salah satu program unggulan yang dibawa Andi Harun-Rusmadi adalah pembangunan transportasi massal modern dan ramah lingkungan, maka akan direalisasikan dalam bentuk skytrain ini.
“Kami sudah membentuk Tim Simpul KPBU. Dari kegiatan itu, kami sudah melakukan serangkaian pertemuan. Baik internal tim maupun pusat. Dalam hal ini ada Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Sekretariat Bersama,” ungkapnya.
Proyek spektakuler seperti demikian memang tak bisa serta-merta terwujud. Namun, harus melalui tahapan yang diatur perundang-undangan. Bicara soal dana, nantinya diharapkan datang dari pihak ketiga.
“Dananya dari pihak ketiga. Ada pembayaran, bukan gratis. Di pendahuluan ini akan kami paparkan. Jadi kalau ini tidak menguntungkan, tidak ada orang yang mau. Pembiayaannya kami harapkan dari pihak ketiga,” lanjut Sugeng.
Baca Juga: Tertibkan Pengemudi Truk Trailer yang Tak Uji Berkala, Kini Telah Hadir Sistem STID
Untuk kajian awal ini, masih soal penempatan stasiun. Bahkan pihaknya sudah mengkaji sampai ke IKN. Dijelaskan Sugeng, daerah-daerah yang strategis akan jadi stasiun pemberhentiannya. Stadion Madya Sempaja hanya jadi salah satu opsi. Kajiannya masih banyak. Diharapkannya, semua pihak bisa mendukung pembangunan skytrain.
“52 bulan selesai itu proyek sesuai SOP dari pusat. Jangan pesimis. Orang mau nggak meminang kegiatan ini? Pasti dilihat dong benar-benar capable atau enggak. Kami meyakinkan pusat,” jelasnya lagi.
Pengamat tata kota, Farid Nurrahman juga memberikan tanggapan. Menurutnya, wacana tersebut sah-sah saja untuk direalisasikan. Namun memang harus dikaji lebih dalam, apakah kebutuhannya sangat urgent atau tidak. Di antaranya melalui studi transportasi atau kelayakan.
“Apakah Samarinda ini sudah butuh skytrain? Sebab penduduknya belum sampai 1 juta. Kalau diproyeksikan untuk 20-25 tahun ke depan dan IKN jadi pindah, Samarinda jadi kota penunjang, maka sah-sah saja,” ungkapnya.
Tidak mesti dengan skytrain, ia menyarankan pemkot juga bisa melanjutkan jalan lingkar yang sudah ada. Ia melihat, perencanaan itu sampai ke Bandara APT Pranoto.
Baca Juga: Kabar Baik, Layanan Konseling Bagi Korban Kekerasan Seksual Ada di Samarinda
Menurutnya, jalan lingkar lebih realistis untuk dijalankan dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan. Pembiayaannya pun diperkirakan tak sebanyak membangun skytrain.
Berita Terkait
-
Peserta Mudik Gratis Pemprov DKI Berangkat Besok dari Monas, Ini yang Harus Disiapkan
-
Wow! Stadion Segiri Berubah Total Usai Direnovasi 81 Miliar, Intip Perubahannya
-
Bukber Asyik di Samarinda & Balikpapan: Ini 5 Kafe serta Restoran Pilihan untuk Ramadan!
-
Pemerintah Punya Rencana Bangun Skytrain Rute Sentul-Harjamukti dan Serpong-Lebak Bulus
-
BRI Liga 1: Borneo FC Menangi Derby Kalimantan, Matheus Pato on Fire!
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN
-
Tanpa Diskon, Tol Balsam Tetap Jadi Pilihan! Kendaraan Melonjak 102 Persen
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan