“52 bulan selesai itu proyek sesuai SOP dari pusat. Jangan pesimis. Orang mau nggak meminang kegiatan ini? Pasti dilihat dong benar-benar capable atau enggak. Kami meyakinkan pusat,” jelasnya lagi.
Pengamat tata kota, Farid Nurrahman juga memberikan tanggapan. Menurutnya, wacana tersebut sah-sah saja untuk direalisasikan. Namun memang harus dikaji lebih dalam, apakah kebutuhannya sangat urgent atau tidak. Di antaranya melalui studi transportasi atau kelayakan.
“Apakah Samarinda ini sudah butuh skytrain? Sebab penduduknya belum sampai 1 juta. Kalau diproyeksikan untuk 20-25 tahun ke depan dan IKN jadi pindah, Samarinda jadi kota penunjang, maka sah-sah saja,” ungkapnya.
Tidak mesti dengan skytrain, ia menyarankan pemkot juga bisa melanjutkan jalan lingkar yang sudah ada. Ia melihat, perencanaan itu sampai ke Bandara APT Pranoto.
Menurutnya, jalan lingkar lebih realistis untuk dijalankan dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan. Pembiayaannya pun diperkirakan tak sebanyak membangun skytrain.
“Misal dari BIG Mall sampai ke pelabuhan. Lalu diikuti jalur-jalur lain. Didalami dengan sisi studinya. Mana jalur yang layak atau hanya perlu meremajakan angkutan umum yang ada atau adakan busway. Sebab transportasi perkotaan itu berjenjang. Disesuaikan dengan kebutuhan kotanya. Lebih baik perbaiki jalur transportasi umum sebelum ada skytrain,” lanjutnya.
Skema KPBU, menurutnya harus dilakukan karena tidak bisa 100 persen dibebankan ke APBD Samarinda. Selain itu, bisa pula misalkan wacana pembangunan skytrain ini jadi Rencana Strategis Nasional jika memang mempunyai urgensitas yang mendalam. Jika demikian, maka akan mendapat bantuan dari APBD provinsi dan APBN.
Mungkin, ujarnya, kendala terbesar ada di apa yang jadi keuntungan bagi pihak usaha. Kemudian, seberapa besar dana yang harus dikeluarkan oleh pihak usaha dan berapa lama investasi itu bisa balik modal dan menghasilkan profit.
“Perhitungan itu yang harus jadi catatan penting untuk dikerjasamakan dengan badan usaha. Penting kita sama-sama berbenah. Karena saya meyakini tim akselerasi di bawah kepemimpinan wali kota punya keinginan yang bisa segera terwujud. Dipilih mana yang urgent,” tandasnya.
Baca Juga: Tertibkan Pengemudi Truk Trailer yang Tak Uji Berkala, Kini Telah Hadir Sistem STID
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit