SuaraKaltim.id - Penutup 2021 tak bisa dirayakan dengan meriah. Begitulah yang dirasakan warga Penajam Paser Utara (PPU). Mereka diduga harus merayakan akhir tahun dengan cerita gunda karena banjir melanda.
Banjir kembali melanda PPU, pada Kamis (30/12/2021) lalu. Wilayah yang mengalami bencana tersebut ialah Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku. Padahal sebelumnya, banjir terjadi di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam.
"Banjir yang terjadi di Kelurahan Pemaluan hari ini melanda pada dua RT, yakni RT 02 dan RT 05," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila, melansir dari ANTARA, Sabtu (1/1/2022).
Dia mengatakan, untuk di RT 02 ada tiga rumah yang kemasukan air. Sedangkan di RT 05 hanya sampai bawah kolong rumah dan sebagian di halaman rumah warga.
Dia juga menjelaskan, untuk tinggi muka air (TMA) bervariatif dan cenderung menurun pada Jumat (31/12/2021) sore ketimbang pagi harinya. Yakni, di halaman rumah antara 60 hingga 100 cm. Namun, saat ini mengalami penurunan TMA antara 10 hingga 15 cm.
TMA di dalam rumah yang juga pada pagi kemarin sekitar 40 cm. Lalu, sore harinya mengalami penurunan sekitar 10 cm. Banjir tersebut diharap akan terus menurun hingga malam jika tidak ada hujan susulan.
Dia mengatakan lagi, sebelum banjir, telah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 19.50 Wita dan pukul 21.40 Wita, akan terjadi hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi pada Rabu (29/12/2021).
Hujan di Kelurahan Pemaluan pada hari tersebut, terjadi di pukul 21.00 Wita yang berlangsung hingga Kamis (30/12/2021) dini hari.
Kondisi ini kemudian mengakibatkan air sungai meluap dan berdampak pada naiknya TMA pada halaman dan rumah warga di kawasan rendah, termasuk yang dekat dengan pinggir Sungai Pemaluan.
Baca Juga: Hujan di Batam Awet, Sejumlah Jalan dan Perumahan Banjir
Begitu ada kejadian ini, Pusdalops BPBD Kabupaten PPU langsung berkoordinasi, melakukan pemantauan, dan pendataan korban terdampak dengan semua unsur terkait.
"Babinsa, bhabinkamtibmas, Pusdalops BPBD, aparat kelurahan, dan unsur terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan, dan imbauan kepada masyarakat," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas