- Pemprov Kaltim membagikan foto-foto kerusakan rumah dinas gubernur.
- Hal ini dilakukan menyusul polemik renovasi rumah jabatan mencapai Rp25 miliar.
- Pemprov Kaltim menyebut puluhan miliar itu merupakan anggaran 57 item.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) membeberkan perihal renovasi rumah dinas gubernur yang mencapai Rp25 miliar dengan menunjukkan kondisi bangunan sebelum diperbaiki.
Biro Umum Setdaprov Kaltim memperlihatkan sejumlah foto terkait kondisi rumah jabatan mulai dari atap yang bolong, air menggenang, hingga kebocoran di beberapa titik. Mereka menegaskan angka puluhan miliar itu bukan hanya dipakai untuk renovasi rumah jabatan.
"Jadi kalau khusus untuk renovasi rumah jabatan gubernur itu senilai Rp3 miliar, tapi untuk angka yang beredar Rp25 miliar itu akumulasi paket belanja sebanyak 57 item," kata Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Anggaran digunakan untuk rehabilitasi ruang kantor gubernur, rehabilitasi rumah jabatan gubernur, rehabilitasi ruang kerja kantor wakil gubernur dan paket belanja kantor.
Lalu penyediaan kebutuhan rumah tangga gubernur dan wakil gubernur, belanja modal alat dapur, interior ruang tamu rumah jabatan, belanja modal alat kesehatan, dan masih banyak lagi.
Menurut Astri, rumah jabatan gubernur saat ini memang membutuhkan pembenahan menyeluruh akibat sejumlah kerusakan yang dinilai sudah cukup berat.
Beberapa persoalan yang ditemukan mencakup gangguan pada instalasi listrik utama, masalah pada saluran distribusi air, hingga kerusakan pada pompa air sentral yang menopang operasional bangunan tersebut.
Selain itu, cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang 2025 turut memperparah kondisi bangunan. Hujan berintensitas tinggi disebut memicu kebocoran di sejumlah titik pada atap Pendopo Odah Etam.
Bahkan, banjir yang sempat melanda kawasan tersebut dikabarkan mencapai area lantai dua rumah jabatan gubernur.
"Instalasi listrik utama sering mengalami gangguan, kemudian ada juga persoalan pada jaringan pipa air dan kerusakan pompa air sentral. Kondisi cuaca ekstrem tahun lalu juga menyebabkan beberapa bagian atap Pendopo Odah Etam mengalami kebocoran," ujarnya.
Astri menambahkan, kerusakan yang terjadi tidak bisa dipandang sebagai persoalan ringan karena turut memengaruhi fungsi dan kelayakan aset pemerintah daerah.
"Bahkan saat banjir besar terjadi, genangan air sempat merendam area lantai dua rumah jabatan gubernur. Karena itu, penurunan kualitas infrastruktur tersebut menjadi dasar pertimbangan pemerintah provinsi dalam menyusun rencana rehabilitasi aset daerah pada tahun anggaran 2025," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%