SuaraKaltim.id - Imbas antrean panjang truk pengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi membuat sejumlah trotoar jalan rusak. Berdasarkan pantauan, kerusakan terjadi di Jalan Jendral Soedirman, tidak jauh dari simpang tiga menuju ke arah Jalan Selat Selayar.
Trotoar yang terbuat dari keramik hancur akibat tindihan truk yang mengantre solar SPBU yang terletak di Kawasan Tanjung Laut. Selain itu, kerusakan juga terjadi di simpang 3 depan RS Yabis, di mana biasanya truk yang akan mengantre di SPBU Kopkar kilo meter 6 Jalan Brigjend Katamso.
Menyikapi banyak antrean, pengelola SPBU juga telah melakukan antisipasi lonjakan pengantre dengan melarang truk untuk tidak berjejer saat stok solar belum ada. Salah satu, penanggung jawab SPBU Kopkar di Jalan Brigjend Katamso, Muhammad Jufri memberikan tanggapan terkait hal tersebut.
Ia mengatakan, penyebab antrean lantaran jadwal kedatangan yang tidak menentu. Setiap hari terkadang pasokan solar datang siang hari menjelang sore. Bahkan, kedatangannya bisa dini hari dan baru dijual pada pagi.
"Kita himbau sudah. Kalau belum ada solarnya tidak boleh mengantre terlebih dahulu," ucapnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (11/1/2022).
Ia melanjutkan, ketika ditemukan ada antrean, maka pihak SPBU tak akan melayani pengisian solar. Alasannya pun jelas, soal pengawasan yang mereka lakukan.
"Kita tidak layani. Karena wilayah pengawasan kita hanya sekitar SPBU," terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurddin mengatakan, untuk perbaikan trotoar yang berada di Jalan Jendral Soedirman akan dimasukkan program perencanaannya pada 2022 ini.
Apalagi, kerusakan itu di tambah lantaran truk muatan yang mengantre solar. Untuk itu, rencana perbaikan trotoar juga selaras dengan arahan Wali Kota Bontang soal fungsi drainase dan trotoar. Sebagai pengendali banjir.
Baca Juga: Jalan Tol Macet, Truk Penuhi Jalur Cepat, Publik Sampai Kesal Bukan Main
Estimasi untuk perencanaan kajian senilai Rp 100 juta. Pengerjaan diperkirakan berjalan menggunakan APBD Perubahan 2022. Bisa jadi, pengerjaan fisik di tahun 2023. Setelah perencanaan rampung dan nilai perbaikan dapat terlihat.
"Iya itu memang sudah lama rusak. Jadi kita rencana mengusulkan perencanaan perbaikan drainase sekalian trotoar," ucapnya.
Sedangkan, untuk Jalan Brigjend Katamso kewenangan berada di nasional. Walhasil, perbaikan berada di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
"Itu jalan nasional kewenangan berada di sana," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling