SuaraKaltim.id - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim sudah terbilang nyata. Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri bertemu langsung dengan para tokoh adat di Benua Etam.
Mereka adalah Sultan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin, Kepala Adat Dayak Kenyah Ajang Tedung, Sultan Paser Muhammad Janrawi, Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar Penajam Paser Utara (KKB PPU) Syarifuddin HR dan perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Penajam Paser Utara (PPU) Andi Singkeru.
Banyak hal yang mereka minta kepada orang nomor satu di Indonesia itu. Seperti yang dibocorkan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin dan viral di media sosial (Medsos) Instagram. Hal itu diunggah ulang oleh salah satu akun informasi, @info_etam.
Dari keterangan tertulis admin, ia membeberkan, ada beberapa pesan dari para tokoh adat di Kaltim kepada Presiden Jokowi soal pembangunan IKN Nusantara. Di antaranya, mereka meminta agar IKN baru bisa memelihara adat serta budaya lokal yang sudah ada di Kaltim. Lalu, mereka juga meminta adanya peningkatan ekonomi, infrastruktur dan kesehatan secara merata.
"Inshaa Allah Pak Jokowi bisa menepati janjinya atas apa yang kita minta," ujar Sultan Kutai ke-XXI yang baru saja berusia ke-71 beberapa hari lalu, menyadur dari keterangan tertulis admin @info_etam, Selasa (15/2/2022).
Masih dari sumber yang sama, Sultan Adji Muhammad Arifin juga meminta kepada Jokowi untuk membangun replika atau bangunan kedaton Kesultanan Kutai dan Kesultanan Paser. Kedua Kesultantan itu akan ada di samping istana negara.
"Kalau berbicara IKN ini kan ada dua kesultanan, yaitu Kutai dan Paser. Dan Pak Jokowi juga menyanggupi permintaan kita," katanya, masih disadur dari sumber sama.
Kemudian, ia menambahkan, permintaan pembangunan kedaton dua kesultanan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menegaskan hal tersebut agar pembangunan IKN di Kaltim tetap memiliki sejarah adat dan budaya.
Tanggapan warganet
Warganet yang melihat unggahan tersebut ramai memberikan tanggapan. Kebanyakan dari mereka mendukung keinginan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin tersebut.
"Mantap ," katanya.
"Ndik salah milih jokowi memang jos," ujarnya.
"Mantap ," lanjutnya.
"Superrr," tuturnya.
"Mantabbb,wajib memang♥♥♥," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
BRI Buka Penawaran ORI030, Investasi ORI Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru