SuaraKaltim.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang menyegel 12 papan reklame salah satu brand handphone ternama yakni Vivo. Dikabarkan ada 12 toko elektronik yang logonya disegel. Rombongan Bapenda dan Satpol-PP menyisir toko di 4 jalan Kota Taman. Seperti, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jendral Soedirman, Jalan Brigjend Katamso, dan Jalan Bhayangkara.
Penyegelan dilakukan lantaran pemilik brand Vivo tidak pernah membayar pajak retribusi reklame selama dua tahun kebelakang. Kepala Bapenda Bontang Rafidah mengatakan, total tunggakan pajak sejak 2020 hingga sekarang yang belum dibayarkan oleh vendor Vivo sebesar Rp 102 juta.
Dengan rinciannya, tanggungan denda pajak Vivo di 2020 lalu senilai Rp 18 juta. Sedangkan untuk 2021 harus membayar denda dan pokoknya Rp 84 Juta.
"Untuk 2020 mereka sudah bayar pokok, senilai Rp 66 Juta. Sedangkan di tahun 2022 ada Rp 84 Juta," katanya saat ditemui di Jalan Ahmad Yani depan Halim Cell 1, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (15/2/2022).
Dia melanjutkan, penyegelan ini bentuk tindakan tegas setelah beberapa kali dilakukan peneguran. Pasalnya, retribusi reklame berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Bontang.
"Sudah berkali-kali mereka diperingatkan. Cuman tidak ada itikad baik untuk membayar jadi kami segel," terangnya.
Bapenda memberikan tenggat waktu selama 7 hari ke depan. Jika ternyata tidak juga membayar, Bapenda akan mencabut papan reklame dan disita.
"Kami kerjasama dengan Satpol-PP untuk mencabut reklamenya kalau mereka masih belum membayar," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media masih mencoba konfirmasi ke pihak Vivo. Selama penyegelan berlangsung, pihak Vivo tak tampak berada di lokasi.
Baca Juga: Anggota Satpol PP Dikeroyok, Dalang Pembunuhan di Ulujami Penyuka Sesama Jenis
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'
-
Pemprov Kaltim Alihkan 49 Ribu Peserta BPJS, Pemkot Samarinda Menolak!
-
Keterlibatan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Berbagai Posisi Strategis
-
Mengenal Jaringan Bisnis Energi yang Pernah Dikelola Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud
-
Heboh Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 M, Pemprov Kaltim Buka Suara