SuaraKaltim.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang mulai melelang proyek penyusunan Detail Engenering Desain (DED) untuk pembangunan folder di Kelurahan Gunung Telihan dengan anggaran Rp 1,4 miliar pada lahan seluas 25 hektar.
Pegawai Fungsional Muda Teknik Pengairan Dinas PUPR Kota Bontang, Bambang Permadi mengatakan, penyusunan DED ini merupakan tindak lanjut dari Feasibility Studi (FS) atau studi kelayakan yang telah selesai sejak 2019 lalu.
"Ini masih tahapan lelang. Lokasinya depan Pesantren Hafidz Hidayatullah ada laham potensial yang bisa dimanfaatkan untuk folder pengendali banjir," kata Bambang, saat dikonfirmasi Klikkaltim.com, jaringan suara.com, Sabtu (5/3/2022).
Bambang megatakan, setelah rampung, akan terlihat juga berapa estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun folder yang berfungsi sebagai pengendali banjir sebelum masuk ke sungai Bontang itu.
Tidak hanya itu, kedepan akan masuk juga tahapan dokumen lingkungan, penanganan dampak lingkungan, penilaian lahan, pengadaan lahan, penetapan lokasi, dan terakhir pembangunan konstruksi.
"Kalau memang ada lahan warga kita akan ganti untung. Cuman tunggu kelar dulu DED nya. Luasan lahan juga bertambah atau berkurang," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas