SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyebutkan, setiap tahun kebutuhan daging sapi masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kawasan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim I Gusti Made Jaya Adhi mengatakan, rata-rata setiap tahunnya butuh 100 ekor.
“Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kaltim, setiap tahunnya kita membutuhkan 60 ribu ekor sapi. Untuk daging beku setara 40 ribu ekor sapi,” ujarnya dilansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (4/4/2022).
Ia menjelaskan, kemampuan lokal Kaltim untuk memenuhi kebutuhannya tak sampai 50 persen. Yakni hanya 25 persen saja.
Karenanya untuk mendukung program swasembada daging sapi, Pemprov Kaltim menggalakan peternakan sapi, dengan menggandeng peternak lokal dalam program penggemukan.
“Termasuk usaha yang rencananya akan dilaksanakan adalah pemanfaatan lahan eks tambang bisa dipergunakan untuk sub sektor peternakan. Karena di Kaltim sendiri banyak lahan pasca tambang yang nantinya bisa dipergunakan untuk peningkatan jumlah populasi ternak, sehingga Kaltim bisa swasembada daging sapi,” jelasnya
Menurutnya, peluang peternakan sapi di Kaltim ke depan cukup besar. Apalagi Kaltim sudah ditetapkan menjadi ibu kota Negara (IKN). Sehingga kebutuhan daging juga akan meningkat.
“Dengan kehadiran 2,5 juta penduduk luar ke Kaltim khususnya ke IKN, tentu kebutuhan akan sapi juga meningkat, termasuk daging ayam, telur dan susu, dan potensi-potensi itu harus dipikirkan dari sekarang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Peran serta semua pihak dibutuhkan. Bukan hanya dari pemerintah maupun swasta saja.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Samarinda dan Sekitarnya Senin 4 April 2022
“Bagaimana upaya kita untuk memenuhinya, peran serta semua pihak, bukan saja pemerintah tetapi swasta. Tentu sangat diharapkan bisa berkontribusi dalam subsektor peternakan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas