SuaraKaltim.id - Satu jam aksi Aliansi Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) akhirnya ditemui oleh dua Anggota DPRD Bontang. Koordinator Aksi, Maldini menyayangkan lantaran hanya dua anggota DPRD Kota Bontang yang mendatangi massa aksi.
Padahal, secara keseluruhan ada 25 anggota dan tidak berada di kantor. Dua orang itu pertama Maming dan Abdul Haris yang merupakan anggota Komisi I DPRD Bontang.
"Kenapa hanya dua anggota DPRD saja. Kami ingin menyampaikan aspirasi dan bisa diteruskan ke Pemerintah Pusat," kata Maldini, saat berada di Kantor DPRD Bontang, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Senin (11/4/2022).
Selanjutnya setelah menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Bontang. Aksi dilanjutkan di Simpang 3 Ramayana Kota Bontang. Tujuannya, untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat atas tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa Kota Bontang.
"Kita lanjut dan bergeser ke Kota setelah menyampaikan ke DPRD Bontang bahkan mereka bersedia bergabung dalam aliansi Ampera," terangnya.
Di lokasi yang sama, Maming menyatakan dukungannya terhadap penyampaian demonstran. Dari semua aspirasi nantinya akan diteruskan secara bertahap. Mulai dari tingkat Provinsi dan tingkat Nasional. Bahkan dirinya dan Abdul Haris juga bersedia mengikuti aksi mereka tepatnya di Simpang Tiga Ramayana.
"Kita akan teruskan secara bertahap, jadi kami juga ikut membersamai di simpang ramayana," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Haraku Ramen Samarinda Resmi Dibuka, Halal Mulai Rp25 Ribu
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan