- Dinas ESDM Kaltim mengawasi langsung upaya penambang melindungi Sungai Kelay.
- Pengawasan aktivitas pertambangan batu bara itu sebagai bentuk respons Pemprov.
- Dikhawatirkan terjadi bencana ekologi karena jarak tambang dan badan sungai sangat dekat.
SuaraKaltim.id - Upaya teknis PT Supra Bara Energi dalam melindungi Sungai Kelay, Kabupaten Berau dari potensi dampak aktivitas pertambangan batu bara mendapat pengawasan langsung Dinas ESDM Kalimantan Timur.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menyatakan peninjauan ini diambil Pemprov sebagai respons atas perhatian publik yang mengkhawatirkan terjadinya bencana ekologi karena jarak tambang yang sangat dekat dengan badan sungai.
"Kunjungan lapangan telah kami lakukan untuk memastikan seluruh arahan Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM telah dijalankan oleh perusahaan demi menjamin keselamatan warga dan lingkungan sekitar," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).
Bambang menyatakan bahwa meskipun kewenangan perizinan serta pembinaan berada di tangan Kementerian ESDM RI, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengawasi pelaksanaan di lapangan secara faktual.
Lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yang ditinjau terletak di Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur yang mencakup Kecamatan Sambaliung serta Teluk Bayur.
"Tim teknis menemukan bahwa perusahaan telah menerapkan metode injeksi semen (grouting) sebagai langkah pengendalian teknis yang vital untuk menjaga kestabilan tanah," kata Bambang.
Teknik penyuntikan semen ini dilakukan dengan kedalaman masing-masing lubang mencapai 600 meter yang membentang di sisi timur lubang tambang.
Selain penguatan struktur tanah, perusahaan juga telah memasang lubang pembuangan air khusus (drainhole) untuk mengurangi kejenuhan material pada dinding bukaan tambang.
Terkait reklamasi lubang bekas tambang (void), proses penimbunan kembali saat ini menunjukkan perkembangan di lapangan.
Bambang menerangkan, hasil pengukuran elevasi menunjukkan adanya kenaikan permukaan tanah sekitar 40 meter dari dasar lubang tambang berkat material penutup yang telah dimasukkan.
Volume tanah penutup (overburden) yang telah digunakan untuk menimbun lubang tersebut tercatat mencapai kurang lebih 2,6 juta bank cubic meter (BCM).
Untuk mencapai target penutupan, dibutuhkan material tanah penutup tambahan sebanyak kurang lebih 10 juta BCM.
Saat ini, pengerjaan penimbunan difokuskan pada level pertama di kedalaman minus 90 meter di bawah permukaan laut pada area PIT 55.
Dinas ESDM Kaltim menambahkan, pihak manajemen perusahaan menargetkan proses penutupan lubang tambang level pertama rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026.
"Berdasarkan perencanaan akhir yang disampaikan manajemen, area bekas tambang ini nantinya memiliki ketinggian akhir positif lima meter di atas permukaan laut," kata Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas