Eko Faizin
Selasa, 03 Februari 2026 | 08:44 WIB
Program Gratispol Pemprov Kaltim. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemprov Kaltim merealisasikan bantuan biaya pendidikan bagi 21.903 mahasiswa baru.
  • Capaian program Gratispol ini merupakan hasil perencanaan melalui APBD Perubahan 2025.
  • Bantuan tak lagi hanya semester awal, melainkan mencakup semester satu hingga delapan.

SuaraKaltim.id - Kepala Diskominfo Kalimantan Timur, Muhammad Faisal menyatakan bahwa Pemprov telah merealisasikan bantuan biaya pendidikan bagi 21.903 mahasiswa baru.

Pemprov Kaltim telah membayarkan biaya uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa untuk semester pertama melalui program unggulan "Gratispol" pada tahun 2025.

"Alhamdulillah, komitmen gratis biaya kuliah melalui program Gratispol sudah terealisasi. Sebanyak 21.903 mahasiswa baru di Kaltim kini bebas biaya UKT untuk semester satu," ungkap Faisal.

Dia menjelaskan bahwa capaian program Gratispol ini merupakan hasil perencanaan matang melalui APBD Perubahan 2025.

Faisal mengatakan program ini dirancang khusus untuk mencetak "Generasi Emas Kaltim" yang unggul dan memiliki daya saing global.

Ia menambahkan cakupan program ini akan diperluas secara masif pada 2026 melalui skema APBD 2026. Bantuan tidak lagi hanya untuk semester awal, melainkan mencakup semester satu hingga delapan.

Program Gratispol juga akan menjangkau mahasiswa yang berkuliah di luar daerah melalui skema kerja sama resmi.

Total penerima diproyeksikan melonjak hingga 124 ribu mahasiswa, mencakup jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

Secara rinci, program ini memberikan jaminan biaya selama 8 semester untuk jenjang S1, 4 semester untuk jenjang S2 dan 6 semester untuk jenjang S3.

Faisal mengingatkan agar calon penerima bersikap proaktif. Seluruh mahasiswa wajib mendaftar secara mandiri melalui portal resmi pendidikan.gratispol.kaltimprov.go.id.

Adapun syarat utama yang harus dipenuhi antara lain, Memiliki KTP Kalimantan Timur, Berdomisili di Kaltim minimal tiga tahun, Tidak sedang menerima beasiswa lain (beasiswa tidak boleh ganda).

"Wajib mendaftar secara mandiri. Tanpa pendaftaran, panitia tidak bisa memverifikasi data mahasiswa yang bersangkutan," tegas Faisal.

Program Gratispol diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Benua Etam dalam menciptakan akses pendidikan tinggi yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh putra-putri daerah. (Antara)

Load More