SuaraKaltim.id - Pendakwah Gus Miftah mengatakan masyarakat harus Al Imsak atau menahan untuk tidak mengatakan hal yang tidak penting, termasuk pada pejabat atau oknum politisi yang mewacanakan tiga periode presiden.
Momentum bulan suci Ramadhan, seharusnya menjadi wahana untuk menahan segala perkataan dan perbuatan yang dapat membuat keributan di tengah masyarakat.
Gus Miftah menjelaskan salah satu penyebab kekacauan masyarakat, itu disebabkan karena kontroversi adanya wacana tiga periode presiden. Sehingga masalah tidak mudah terselesaikan hingga sekarang, karena pejabatnya yang tidak Al Imsak atau menahan diri.
"Gak usah mengeluarkan komentar statement yang justru memancing keributan di tengah masyarakat. Contoh pejabat atau oknum politisi yang mewacanakan presiden tiga periode, yang terjadi apa? Ribut sampai hari ini gak selesai. Kenapa? Karena oknum atau pejabat tidak bisa Al Imsak atau menahan diri," jelasnya pada Kamis (15/4/2022).
Melalui unggahan Instagramnya @gusmiftah, Ia juga menerangkan bahwa demonstrasi boleh saja dilakukan asal Al Imsak, agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Boleh demo, tetapi tentunya dengan cara yang baik. Jangan sampai kemudian kita terprovokasi kemudian ditumpangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, artinya apa kita sebagai rakyat pun ketika melakukan demo juga Al Imsak, menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan melampaui batas," terangnya.
Bagi Gus Miftah, orang puasa mudah bersabar karena keyakinan pasti datanya berbuka. Oleh karena itu, Ia pun mengajak masyarakat untuk Al Imsak atau menahan diri.
"Puasa itu haus, lapar, dahaga, tetapi kenapa orang puasa bisa bersabar, jawabannya karena orang berpuasa yakin azan magrib pasti berkumandang. Yuk saudara ku sama-sama kita Al Imsak," ujarnya.
Mendengar penjelasan dari Gus Miftah, Warganet pun tak kalah memberikan komentarnya.
Baca Juga: Partai-partai Politik Indonesia Akrab dengan Partai Komunis China
"Setuju Gus, apalagi yang didemokan sebenarnya sudah dijawab pak de berkali-kali sebelumnya, jadi kayak menyuarakan hal yang tidak penting dan akhirnya terkecoh dengan azan dhuhur ya Gus... dan sia-sia," tulis @dwi***
"Oknum pejabat yang menyuarakan tiga periode gak ngerti Al Imsak Gus, tarawih kita di bulan Ramadhan dia mau atur padahal padahal kita tidak satu akidah," tulis @rii***
"Cukup puasa dan diri kita saja yang Imsak, pemilu jangan," tulis @ari***
Kontributor: Sekar Wati
Berita Terkait
-
Partai-partai Politik Indonesia Akrab dengan Partai Komunis China
-
Politikus PDIP Sebut Menteri yang Ikut Teriak Soal Jokowi 3 Periode Seperti Badut Politik
-
Blok Politik Pelajar: Pengeroyokan Ade Armando Terjadi Karena Sebab Akibat, Dia Jadi Public Enemy
-
Sindir Menteri Jokowi Bicara 3 Periode, Komarudin PDIP: Badut-badut Politik Itu Memanfaatkan Untuk Kepentingan Pribadi
-
Pesan Jokowi ke Pimpinan KPU Baru: Jangan Ada Lagi Masyarakat Terprovokasi Isu-isu Politik Identitas!
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
3 Mobil Keluarga Bekas Toyota Paling Nyaman untuk Lansia dan Anak-anak
-
5 Mobil Bekas 7-Seater 50 Jutaan, Pilihan Ekonomis Kendaraan Bertenaga
-
7 Mobil Matic Bekas di Bawah 50 Juta, Paling Logis untuk Partner Harian
-
5 Motor Matic Paling Murah untuk Mahasiswa, Mesin Awet dan Irit Bahan Bakar
-
Nilai Investasi ke Kaltim di Sektor Pertanian Tembus Rp8,97 Triliun