SuaraKaltim.id - Peristiwa nahas Alfamart Gambut yang ambruk direkam oleh salah satu korban bernama Fahrul Reza. Pria 21 tahun itu sempat merekam saat dirinya dan korban lain tertimbun reruntuah beton akibat ambruknya bangunan 3 lantai tersebut.
Video miliknya bahkan viral di media sosial (Medsos). Pada video tersebut, tampak ia tengah mengenggam tangan seorang perempuan, sambil meminta pertolongan karena tak bisa keluar dari timbunan beton yang menimpa mereka berdua.
“Tolong, tolong kami di tengah. Tolong, kasian perempuan ini (tertimpa beton). Secepatnya di tengah-di tengah!” ucapnya dalam video singkat tersebut, melansir dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com, Kamis (21/4/2022).
Setelah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, ia kembali menceritakan kronologis awal mula ambruknya bangunan tersebut melalui statusnya di aplikasi pesan instan. Ia mengungkapkan, sebelum kejadian dirinya sedang antre dan berdiri di ujung meja kasir sambil memegang smartphone karena hendak mengisi uang elektronik.
Ia sempat mendengar suara benda jatuh dari lantai atas. Dengan pikiran positif, ia mengira suara tersebut bersumber dari pegawai Alfamart yang membongkar barang di lantai atas.
Kurang lebih 4 kali mendengar suara tersebut, dalam sekejap katanya, bangunan kemudian roboh dan menimpa keseluruhan isi Alfamart pada lantai 1. Para pegawai dan pengunjung langsung tertimbun.
“Awal nya ada bunyi barang jatuh dari atas, uln (Ulun/saya) kira bagian pegawai alfamart membongkar barang diatas tapi lantai ikut bergetar, setelah 4 kali ada bunyi lwn getaran langsung hitungan detik semua nya roboh…,” mengutip dari status WhatsApp yang ia bagikan, dari sumber yang sama.
Ia juga mengungkapkan saat tertimbun dirinya mendengar suara seorang perempuan merintih kesakitan. Bergegas dengan smartphone yang masih ia pegang, ia kemudian menyenter dan merekam, dengan harapan dapat segera tertolong.
“…ada suara binian (Perempuan) dibawah uln (Ulun/saya) yg terjepit ternyata pegawai alfamart dan uln berusaha mevidio dan mefoto kondisi kami supaya lakas ditemukan,” ujarnya.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perawatan dan Santunan Korban Alfamart Ambruk di Kalimantan Selatan
Selain memotret dan merekam kondisi mereka, ia bahkan sempat menghubungi orang-orang agar dapat dengan segera menolong mereka yang sudah terkubur selama kurang lebih 4 jam.
“…kami berusaha bertahan semampu kami selama 4 jam lebih terkubur dibawah robohan gedung alfamart dan berusaha menghubungi orang-orang yg ada diluar pakai hp.” tambahnya.
Untungnya, ia kemudian berhasil dievakuasi. Bahkan, ia juga sempat membagikan potret dirinya saat sedang dirawat di rumah sakit usai dievakuasi.
Berdasarkan data Basarnas Banjarmasin, seluruh korban dengan total 13 orang berhasil dievakuasi selama 17 jam pada Selasa, 19 April 2022. 8 orang dikabarkan selamat yang terdiri dari 4 orang karyawan dan 4 orang pengunjung. Sedangkan yang meninggal dunia terdiri dari 2 karyawan dan 3 orang pengunjung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'